Musim Panas Sangat Terik, Belanda Umumkan Kekurangan Air

Merdeka.com - Merdeka.com - Belanda kemarin mengumumkan kekurangan air karena dilanda musim panas yang terik di Eropa.

Dilansir dari laman AFP, Kamis (4/8), pemerintah Belanda mengatakan sedang memikirkan langkah-langkah lebih lanjut untuk menghemat air di tengah kekeringan, dan pihak berwenang telah memberlakukan batasan pada pertanian dan pengiriman.

Belanda dikelilingi dari laut oleh sistem bendungan, tanggul, dan kanal, tetapi tetap sangat rentan terhadap perubahan iklim.

"Belanda adalah tanah dengan air, tetapi di sini juga air kami sangat berharga," kata Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Mark Harbers.

Sebagian wilayah Belanda telah melarang petani menyemprot tanaman mereka dengan air permukaan. Sebuah "pukulan" bagi negara pengekspor hasil pertanian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Sejumlah kanal yang biasa dipakai untuk pengiriman juga telah ditangguhkan. Air asin dari laut pun masuk ke beberapa sungai karena tingkat airnya sangat rendah, tambah Harbers.

Prioritas sekarang akan diberikan untuk memastikan tanggul vital tetap aman, kemudian untuk air minum dan pasokan energi, katanya.

"Kekeringan menjadi semakin terlihat di alam dan dapat dibayangkan kekeringan akan mempengaruhi lebih banyak kepentingan sosial," kata dia.

Harbers meminta masyarakat untuk lebih memprioritaskan penggunaan air sekarang. Apakah mereka harus mencuci mobil mereka atau mengisi kolam renang tiup mereka sepenuhnya.

Dengan sekitar sepertiga dari luas permukaannya terletak di bawah permukaan laut, Belanda secara historis berjuang melawan cuaca.

Pada Juli, Belanda mencatat suhu tertinggi ketiga sejak pencatatan dimulai 39,4 Celcius. Sebulan sebelumnya Belanda juga mengalami tornado fatal pertama setelah 30 tahun.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel