Musim Pancaroba, Begini Bedakan Flu Biasa dengan Gejala COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 di Indonesia hingga saat ini masih belum usai. Beberapa hari belakangan ini, bahkan kasus COVID-19 di Indonesia tengah meningkat hingga pernah mencatatkan 21 ribu kasus per hari.

Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, masyarakat juga dihadapkan pada perubahan musim alias pancaroba. Beberapa gejala dari influenza karena pancaroba dengan COVID-19 pun memiliki kemiripan lantas bagaimana cara membedakan antara influenza biasa dengan gejala COVID-19?

Terkait hal itu, spesialis penyakit dalam dr. Robert Sinto, SpPD K-PTI angkat bicara. Dalam program Hidup Sehat tvOne, Rabu 30 Juni 2021, Robert menjelaskan bahwa penyakit influenza atau common cold dengan COVID-19 sama-sama menyerang saluran pernafasan.

"Tetapi lebih jauh lagi influenza terbatas pada saluran pernafasan saja, kalau COVID-19 tempat duduknya virus itu bukan hanya di saluran pernafasan saja tapi di banyak organ. Salah satu gejala yang membedakan kalau localize hanya di saluran nafas saja kita bisa lihat dua kemungkinan, tapi kalau ada gejala di saluran nafas dan bergejala di tempat lain hati-hati jangan-jangan yang dihadapi bukan hanya flu saja tapi COVID-19," ungkap Robert.

Lebih lanjut, Robert menjelaskan ada beberapa hal yang bisa dipakai untuk membedakan apakah yang kita alami itu adalah COVID-19 atau flu biasa.

"Memang agak sulit membedakannya jadi kita ketahui COVID-19 itu derajatnya mulai dari ringan sampai ke berat, bisa saja ada yang tidak bergejala, ada juga yang bergejala ringan sama dengan flu biasa, yang memang sulit dibedakan hanya berdasarkan pemeriksaan fisiknya, memang kita harus menggunakan swab rutin," ungkap dia.

Namun, ada beberapa hal yang bisa menjadi perhatian masyarakat dalam mengenali gejala khas dari COVID-19 dan influenza biasa. Pertama, kata Robert, gejala tidak membaik dalam waktu dekat.

"Kalau common cold itu 2-3 hari gejala membaik. Tapi hari ketiga, keempat, kelima masih demam, justru makin buruk hati-hati itu bisa bukan common cold bisa," kata dia.

Kedua, kontak erat. Kontak erat ini bisa dicek antara 5 hingga 7 hari ke belakang.

"Kedua, kontak yang jelas, minggu lalu 5-7 hari ke belakang saya bertemu orang dia baru tau terkonfirmasi positif COVID-19 maka tidak ada kata lagi lakukan contact tracing dan swab," ujar Robert.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel