Musim Terburuk Real Madrid

·Bacaan 1 menit

VIVAReal Madrid mengakhiri musim 2020/2021 tanpa mendapatkan satu pun gelar juara. Terakhir dalam penentuan LaLiga, mereka kalah bersaing dengan Atletico Madrid.

Madrid tertinggal dua poin dari Atletico yang ada di puncak klasemen. Padahal itulah satu-satunya harapan tim berjuluk Los Blancos untuk bisa merebut gelar juara.

Mengutip Squawka, musim ini jadi yang terburuk bagi Madrid. Mereka mengulangi kisah pada musim 2009/2010 di mana mereka juga gagal merebut trofi juara.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane tak mau terlalu larut dalam kegagalan ini. Dia menganggap para pemainnya sudah memberikan yang terbaik.

Zidane pun siap pasang badan untuk berhadapan dengan manajemen. Dia akan memberi penjelasan terkait apa yang mereka jalani. Masa depannya di Madrid pun siap dipertaruhkan.

"Yang paling penting adalah apa yang telah dilakukan para pemain. Dengan waktu dan ketenangan, saya akan berbicara dengan klub tentang masa depan saya nanti," ujar Zidane, dikutip dari Marca.

Zidane juga mengucapkan terima kasih kepada semua suporter Madrid. Di mana mereka selalu memberi dukungan, bahkan ketika tim sedang dalam performa tak bagus.

"Saya harus berterima kasih kepada para suporter karena mereka selalu memberi dukungan. Saya pikir semua orang bisa bangga kepada para pemain karena mereka telah memberikan segalanya," katanya.

Zidane mengatakan itu dengan rujukan hasil pertandingan pamungkas LaLiga musim ini melawan Villarreal, Sabtu malam WIB 22 Mei 2021. Los Blancos bisa menang 2-1 setelah sebelumnya ketinggalan lebih dulu.

"Itu tidak mudah. Tapi pada akhirnya kami menang. Ini hari yang tepat untuk memberi selamat kepada seluruh skuad," tutur Zidane.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel