Musim Tetas Telur Kobra, Perhatikan 5 Hal Ini Agar Rumah Tak Jadi Sarang Ular

·Bacaan 3 menit
Seekor anak ular kobra yang berhasil ditangkap warga Perumahan Citayam Village saat melakukan kerja bakti di Bojonggede, Kab. Bogor, Sabtu (14/12/2019). Kerja bakti tersebut untuk membersihkan lingkungan sekaligus melakukan penyisiran pencarian induk ular kobra. (merdeka.com/Magang/Muhammad Fayyadh)
Seekor anak ular kobra yang berhasil ditangkap warga Perumahan Citayam Village saat melakukan kerja bakti di Bojonggede, Kab. Bogor, Sabtu (14/12/2019). Kerja bakti tersebut untuk membersihkan lingkungan sekaligus melakukan penyisiran pencarian induk ular kobra. (merdeka.com/Magang/Muhammad Fayyadh)

Liputan6.com, Jakarta - November hingga Januari merupakan bulan menetasnya telur ular termasuk kobra. Oleh karena itu, tak heran jika populasi kobra meningkat.

Pawang ular dari Tabu Rescue Snake, Erwandi Elang Supriadi atau akrab disapa Elang mengatakan, masa tetas telur ular kurang lebih 3 bulan. Dia mengatakan, saat menetas, anakan atau bayi ular seperti kobra sulit tertangkap oleh manusia.

"Karakteristik ular yang masih anakan tidak mudah untuk ditangkap bagi orang awam, untuk itu diperlukan keahlian yang khusus," kata Elang dalam keterangan tulis yang dikutip pada Minggu (15/11/2020).

Oleh karena itu, lebih baik menghindari hal-hal yang menyebabkan ular bersarang di sekitar pemukiman.

Nah, agar bayi kobra tak mampir di rumah atau sekitar Anda, ada 5 hal yang harus diperhatikan. Berikut ketiga hal itu menurut Elang:

1. Hindari tumpukan barang bekas di area rumah.

Tumpukan barang bekas seperti kayu, kertas, dus, batu, serta perabotan rumah tangga yang tak terpakai kerap dijadikan tempat bersembunyi ular. Tak jarang dijadikan sarang untuk berkembang biak.

2. Tutup lubang di sekitar pemukiman ataupun perusahaan.

"Tutup lubang yang terbuka karena dapat dijadikan akses ular untuk mengejar mangsanya seperti tikus, bahkan dapat dijadikan akses ular untuk masuk ke dalam halaman dari luar serta dapat dijadikan untuk menetaskan telurnya," kata Elang.

Hal ini patut dimaklumi mengingat ular merupakan hewan yang tak mampu membuat lubang.

3. Pangkas rerumputan agar tak tinggi.

Rumput yang tinggi dapat menjadi tempat bagi ular untuk bersembunyi.

Tumpukan potongan rumput juga tak luput dari incaran bagi ular untuk bersembunyi. Elang menyarankan agar menyingkirkan tumpukan rerumputan atau dedaunan dari area rumah maupun pekarangan.

"Alangkah baiknya bekas potongan rumput atau alang-alang tersebut langsung dibuang atau ditimbun dilubang yang dalam agar tidak dijadikan tempat ular menetap dan bersembunyi," pesan Elang.

4. Tutup saluran air dan jendela.

Saluran air juga kerap digunakan ular sebagai akses masuk ke rumah. Untuk itu, Elang mengimbau sebaiknya saluran air ditutup dengan kawat nyamuk yang kuat.

"Sehingga kita dapat menutup akses ular untuk masuk ke dalam dari luar," kata Elang.

Selain melalui lubang, ular kerap masuk melalui pintu serta jendela di rumah. Oleh karenanya pintu maupun jendela sebaiknya tidak selalu terbuka.

"Apabila pintu tidak rapat dengan ubin agar diberikan media agar rapat dengan ubin. Jendela sebaiknya diberikan teralis serta kawat nyamuk yang kuat apabila terbuka akan aman," imbau Elang.

5. Taruh sepatu di ruangan

Elang menyebut, sepatu juga dapat dijadikan tempat ular termasuk kobra untuk bersembunyi. Oleh karena itu, sebaiknya, sepatu ditaruh di ruangan, bukan di luar rumah.

"Dan posisi taruhnya terbalik sehingga tidak dapat dijadikan ular mengumpat dan sangat berbahaya sekali apabila ketika memakai sepatu ada ular di dalamnya," pinta Elang.

Mitos Ular Takut Garam

Selama ini, banyak berkembang anggapan, tatkal rumah ditaburi garam, ular akan menghindar. Namun, hal itu dibantah oleh Elang.

Elang menyebut hal itu hanya mitos. Pasalnya, ular itu memiliki sisik yang resistan dari air maupun garam, seperti halnya kuku manusia.

"Ular bersisik bukan berlendir, karena sisik ular itu bahannya sama dengan bahan kuku manusia (waterproof) jadi tidak terpengaruh oleh garam. Kamper juga tidak berpengaruh karena kamper tidak memiliki bau yang menyengat dan untuk tubuh ular tidak berpengaruh," ujar Elang.

Dia justru menyarankan supaya memberikan ruangan atau rumah penerangan yang cukup. Pasalnya, ular cenderung menghindari tempat yang dengan intensitas paparan cahaya tinggi.

"Beri penerangan yang cukup di sekitar tempat Anda. Ular lebih cenderung suka di tempat yang gelap dan ular tidak suka penerangan yang terang, sebaiknya diberikan penerangan yang cukup di titik yang gelap agar ular tidak menetap dan berdiam diri," pesan Elang.

Kontak Bantuan

Terakhir, Elang berpesan apabila rumah warga yang ditemukan ular, bisa segera menghubungi petugas Tabu Rescue Snake di nomor 087776234960.

"Apabila kedatangan ular segera hubungi call center Tabu Rescue Snake di 087776234960, siap membantu 24 di Jabodetabek dan sekitarnya," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: