Musisi bantu membumikan isu Presidensi G20

Candra Darusman selaku Co-chairs Music 20 (M20) sebagai acara pendamping Presidensi G20 mengatakan bahwa musisi bertanggung jawab dalam membantu membumikan isu-isu yang diangkat Indonesia dalam Presidensi G20.

"Agar isu itu dihayati oleh masyarakat karena kita juga bagian dari masyarakat dunia," kata Candra dalam konferensi pers M20 Concert di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa.

Konferensi Tingkat Tinggi M20, dipelopori United in Diversity dan Yayasan Anugerah Musik Indonesia, digelar pada Senin (31/10) diharapkan Candra bisa terus berkelanjutan.

Candra menjabarkan imbauan yang disampaikan dalam KTT berkisar mengenai empat isu besar, yakni ancaman perubahan iklim yang harus disikapi dengan gaya hidup lebih baik.

Kemudian, isu lingkungan yang harus disikapi dengan membuat konser yang rendah emisi agar lingkungan tidak tercemar. Ketiga, transformasi digital dalam bidang musik dan keterbukaan industri musik yang harus diimplementasikan.

Candra berharap gerakan ini bisa jadi pemicu energi baru di mana musisi bisa berpartisipasi untuk menyelesaikan masalah di dunia.

"Karena masalah dunia tidak bisa diselesaikan pemerintah semata, butuh masyarakat termasuk musisi," ujar Candra.

M20 Summit conference pada 31 Oktober yang secara resmi dibuka oleh Menteri BUMN Erick Thohir, dihadiri oleh 100 delegasi yang mencakup 30 peserta delegasi Indonesia dan 70 peserta delegasi negara-negara G20 dan negara undangan G20.

Negara-negara yang hadir adalah Amerika Serikat, Brazil, Jepang, Kanada, Kamboja, India, Indonesia, Inggris, Italia, Meksiko, Afrika Selatan, Russia, dan anggota Uni Eropa.

Candra menjelaskan bahwa nilai-nilai yang digaungkan di acara tersebut merupakan hasil diskusi dengan para musisi-musisi di Indonesia.

"Kami tentu berdiskusi dengan para musisi-musisi hebat dari lintas generasi dan lintas genre untuk membahas bagaimana mereka memperjuangkan perubahan dan keresahan mereka terhadap isu-isu tertentu melalui karya-karyanya", katanya.

Candra juga menerangkan bahwa bahwa M20 mendapatkan wawasan yang luar biasa dari para musisi dalam perjuangan mereka untuk mengubah dunia dan merasakan dedikasi yang luar biasa dalam prosesnya.

"Melalui diskusi tersebut, M20 memahami keyakinan para musisi bahwa musik bisa menjadi medium yang luar biasa dalam proses penyampaian sebuah pesan dan ide, karena musik merupakan bahasa yang paling universal", ucapnya.

Acara konser ini pun juga akan menerapkan konsep yang bersifat rendah emisi, dan konser ramah komunitas, dan minim limbah. Konser ini akan mempromosikan kebijakan tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan, atau ESG di industri dunia hiburan.

Baca juga: Orkestra G20: Warisan Indonesia untuk sejarah musik klasik dunia

Baca juga: Alat musik Sasando diperkenalkan dalam Sherpa G20 di Labuan Bajo

Baca juga: Bupati promosikan budaya Minahasa Utara dalam W20