Musisi 'hip-hop' harapkan industri musik di Ambon lebih berkembang

Maria Rosari Dwi Putri

Para musisi dari musik bergenre hip-hop di Ambon, berharap dengan ditetapkannya Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik oleh UNESCO pada 31 Oktober 2019, geliat industri musik di daerah bisa lebih hidup.

"Industri musik harus lebih dihidupkan lagi, karena dengan begitu geliat di bidang musik juga akan lebih hidup lagi, tidak hanya itu-itu saja," kata Mr. E, penyanyi rap dari grup musik hip-hop indie Tahuri, di Ambon, Selasa.

Sebagai rapper indie yang selama 12 tahun terus menghidupkan hip-hop di Maluku, ia berharap industri dan geliat musik di Ambon bisa jauh lebih berkembang dan tidak kalah dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Karena dengan berkembangnya geliat dan industri musik, secara tidak langsung akan menghasilkan lebih banyak kreatifitas di kalangan musisi yang akan mendukung program kota musik.

Terkait itu, pemerintah setempat dipandang perlu untuk mendukung para pemusik, penyanyi, pencipta lagu, penata musik dan semua yang berkaitan dengan musik untuk lebih berkembang, termasuk orang-orang yang mengorganisir konser musik.

Dukungan tersebut, kata Mr. E, tidak harus melalui penyediaan fasilitas maupun menjadi sponsor penyelenggaraan acara musik, tapi juga bisa dengan melaksanakan beragam pelatihan dan lokakarya terkait musik.

Karena menurut Mr. E, sebagian besar musisi di Ambon meskipun hanya belajar secara otodidak dan dengan peralatan seadanya, sudah bisa memproduksi sendiri karya mereka.

"Perlu ada lebih banyak lagi pelatihan dan workshop mengenai musik, sehingga banyak juga yang bisa belajar, karena kalau bicara soal industri musik adalah bagaimana menghasilkan karya yang bagus dan diterima oleh publik," ucapnya.

Sama halnya Mr. E, penyanyi rap Dion Tapilaha dari grup hip-hop Double D juga berharap ada lebih banyak kesempatan bagi berbagai genre, tidak hanya pop lagu daerah maupun grup band pop untuk berkembang dan diterima oleh penikmat musik di Ambon.

Karena itu, musik yang berbeda perlu diperkenalkan kepada masyarakat, sehingga mereka bisa menikmati dan menilai seperti apa musik yang berkembang di daerahnya.

"Harapannya ke depan Pemkot kalau menggelar acara konser, jangan genre musik itu-itu saja yang ditampilkan tapi yang lainnya juga, misalnya grup-grup band yang dinyanyikan sebagian besar lagu yang sudah populer," ucap Dion.

Baca juga: Gubernur Canangkan Ambon "Kota Musik" Indonesia

Baca juga: Pembangunan kota musik jadi Fokus Konferensi Musik Indonesia #2

Baca juga: Industri musik tak pandang lokasi, walaupun ibu kota pindah