Musisi tradisional Aceh terima penghargaan Internasional

Grup musik tradisional asal Aceh, Zulkifli dan Rapai Aceh Meusyuhu (Bur’am) meraih penghargaan internasional pada ajang Aga Khan Music Awards 2022.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur atas penghargaan ini, di mana selama ini masih ada pihak internasional yang memperhatikan pelestarian kesenian tradisional Aceh, khususnya rapai,” kata pendiri Bur’am, Zulkifli dalam keterangan tertulis diterima di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan penghargaan tersebut didedikasikan untuk seluruh teman dan guru baik yang saat ini masih terus berkesenian maupun yang sudah almarhum.

Baca juga: Seni tradisional reak Sunda akan tampil di Festival Roskilde Denmark

Ia berharap momentum tersebut bisa menambah motivasi praktisi kesenian tradisional Aceh dan juga pemerintah untuk terus merawat tradisi Aceh.

“Kesenian tradisional Aceh memberi dampak positif bagi kita. Maka, mari terus kita rawat bersama kesenian dan budaya yang telah diwariskan oleh para indatu (nenek moyang),” katanya.

Selain Zulkifli dan Bur’am, terdapat juga penerima anugerah Aga Khan Musik Award 2022 dari Indonesia, yaitu Peni Candra Rini. Peni adalah seorang komposer, improvisasi, vokalis, dan pendidik Indonesia.

Baca juga: Kemendikbud: Museum jadi media edukasi pelestarian warisan budaya

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Yang Mulia Sayyid Bilarab bin Haitham Al Said dan Pangeran Amyn Aga Khan di Royal Opera House in Muscat, Oman,

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas prestasi yang diraih Zulkifli dan Bur’am.

“Selamat kepada Zulkifli dan Bur’am. Saya mewakili Pemerintah Aceh mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan Zulkifli dan Bur’am. Keren sekali, teman-teman ini berhasil mengukir prestasi emas dan mengharumkan nama Aceh di ajang internasional,” kata Almuniza.

Baca juga: Ratusan alat musik tradisional nusantara dipamerkan di Museum Aceh

Menurut Almuniza, Zulkifli dan Bur’am sudah tak asing lagi di blantika musik Aceh. Mereka, salah satu grup musik lokal yang hingga sekarang masih mendedikasikan dirinya dalam merawat dan mengembangkan musik tradisional.

“Selama ini, grup Bur’am kerap dilibatkan dalam sejumlah kegiatan yang diselenggarakan Disbudpar Aceh dalam upaya pelestarian kesenian tradisional. Saya berharap Zulkifli dan Bur’am terus eksis melestarikan, merawat dan mengembangkan musik tradisional Aceh,” katanya.