Muslihat Penjual Mobil Bekas Ini Jarang Diketahui Pembeli

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVAMobil bekas menjadi alternatif bagi mereka yang ingin memiliki kendaraan bermotor roda empat, namun dananya tidak cukup untuk membeli dalam kondisi baru.

Harga yang ditawarkan rata-rata lebih murah, meski baru dipakai sebentar. Menurut riset, setiap tahun harga mobil bekas mengalami penurunan sekitar 10 persen.

Masa pemakaian menjadi salah satu acuan konsumen, saat berburu kendaraan bekas pakai. Selain melihat dari tahun pembuatan, mereka juga mengamati jarak tempuh yang ditunjukkan oleh odometer.

Pada mobil zaman sekarang, odometer tidak lagi berbentuk analog. Sistem digital dipasang, karena selain tampilannya menarik juga tidak mudah diubah-ubah.

Baca juga: 5 Cara Amankan Mobil dari Gigitan Tikus

Namun, bukan berarti hal itu tidak bisa dilakukan. Dilansir VIVA Otomotif dari laman Team-bhp, Sabtu 25 Oktober 2020, mengakali odometer digital yang diklaim canggih ternyata mudah dilakukan.

Teknik yang dipakai bermacam-macam, ada yang mengganti chip dengan yang sudah dimodifikasi. Sementara, yang lain mengubah angka dengan mengakali sambungan komponen elektronik mobil.

Biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan jasa tersebut, berkisar Rp300-400 ribu. Pelanggannya ada dari pengemudi taksi, hingga sopir mobil operasional.

Agar terhindar dari aksi penipuan tersebut, disarankan konsumen untuk membeli kendaraan yang dilengkapi dengan dokumen servis dan dirawat secara teratur di bengkel resmi.