Mustahil Larang Mike Tyson KO Lawan, Pukulannya Mematikan

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Duel antara Mike Tyson versus Roy Jones Jr, Sabtu 28 November 2020 atau Minggu pagi WIB, diselimuti sejumlah aturan aneh. Salah satunya adalah kedua petarung tak boleh mencari kemenangan lewat KO.

Aneh, karena ini pertarungan bukan sepakbola, bulutangkis, atau voli, yang menentukan pemenang lewat perhitungan poin. KO sejatinya sangat lekat dengan tinju. Apalagi, kalau bicara Tyson yang berjuluk Pria Terseram di Dunia.

Sepanjang karier profesionalnya saja, Tyson kerap menang lewat KO. Dari 50 kemenangan yang dikemasnya, 44 di antaranya lahir dari KO.

Itu sama saja, sekitar 88 persen kemenangan Tyson muncul setelah membuat lawannya terkapar di atas kanvas.

Jadi, aturan dari Komisi Atlet California (CSAC) yang melarang KO di duel Tyson kontra Jones tampaknya akan sia-sia.

"Dua legenda, di atas arena, mereka pasti mau menyelesaikan pertarungan. Ada tiga juri dan wasit, jadi ini seharusnya jadi pertarungan serius dan ada pemenang," kata pelatih Tyson, Rafael Cordeiro, dilansir Daily Mirror.

"Bukan lagi eksibisi, seseorang harus menang. Kami akan mencobanya sejak awal. Mike hadir bukan untuk main-main, tapi bertarung. Kami beruji coba di gym setiap pekannya. Dia sangat menikmati momen tersebut. Tak ada uji coba hanya untuk eksibisi, pasti demi pertarungan serius," lanjutnya.

Tyson mau bertarung serius, demi menghormati Jones. Sebab, menurut Cordeiro, Jones pastinya sangat bernafsu menghajar KO Tyson di atas ring.