Mutasi COVID-19 India Masuk Indonesia, Kota Malang Antisipasi Pemudik

Syahrul Ansyari, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Pemerintah Kota Malang waspada penuh setelah Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, telah mengumumkan bahwa mutasi COVID-19 yang diduga memicu lonjakan kasus di India, kini masuk ke Indonesia. Sebanyak 10 orang telah diperiksa dengan hasil yang positif terhadap virus SARS-CoV-2 tersebut.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan pergerakan para pemudik ke wilayahnya harus dipantau dengan serius. Selain pengetatan di pintu masuk kota.

Mereka juga meminta RT/RW di masing-masing wilayah memaksimalkan fungsi posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

"Ini ada kejadian luar biasa di India. Per 4 detik itu ada aja orang meninggal karena mutasi virus baru COVID-19 itu. Oleh karena itu kenapa ada adendum larangan mudik, karena kita tidak mau lagi kecolongan dan tidak main-main untuk mengatasinya," kata Sutiaji, Selasa, 27 April 2021.

Baca juga: Satgas: Kasus Kematian COVID-19 di Indonesia Naik 29 Persen

Sutiaji mengungkapkan kondisi di Kota Malang saat ini sudah mulai membuka sejumlah pengetatan. Seperti sekolah yang mulai dibuka.

Pasar takjil di bulan puasa, kegiatan ibadah seperti salat tarawih dan kegiatan lainnya mulai diperbolehkan. Asalkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan ketat.

Agar pelonggaran aktivitas tidak kembali diperketat. Pemkot Malang terus mengedukasi pentingnya protokol kesehatan dalam aktivitas di luar rumah.

Apalagi saat ini sudah ditemukan mutasi COVID-19 India masuk Indonesia. Tingkat kewaspadaan harus terus perketat termasuk mobilitas para pemudik.

"Kota Malang sekarang sedikit kami buka krannya, seperti sekolah tatap muka. Saya minta untuk semua bisa terus menjaga kedisiplinannya. Kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk prokes ya. Religi kita kuatkan dan upaya-upaya secara nyata harus kita lakukan juga. Jadi ini kita jalankan bersama dan bisa saling mengingatkan," ujar Sutiaji.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif, mengatakan mereka menyiapkan alat rapid tes antigen bagi masyarakat yang nekat mudik. Tes antigen itu bakal dilakukan di pos penyekatan larangan mudik, di pintu tol Madyopuro.

Jika hasil rapid test antigen positif maka langsung dikirim ke tempat isolasi yang disediakan Pemkot Malang.

"Pemprov Jatim telah menetapkan ada beberapa titik penyekatan dan pemeriksaan kendaraan-kendaraan dari luar kota. Kami koordinasikan soal itu. Begitu hasil testnya (antigen) positif, kalau warga Kota Malang, dia harus isolasi di tempat yang telah kita sediakan," tutur Husnul.