Mutiara dari Timur Nusantara: Tak Pernah Absen Setor Pemain untuk Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - Indonesia bagian timur selalu punya kontribusi di sepak bola nasional. Selalu hadir pemain berkualitas dari wilayah tersebut dari masa ke masa untuk Timnas Indonesia.

Nyaris dua dekade lalu, kita ingat bagaimana kemunculan Boaz Solossa yang kemudian menjadi fenomena di persepakbolaan Timnas Indonesia. Sebelumnya ada Eduard Ivakdalam, Jendry Pitoy, ada pula Elie Aiboy.

Lebih jauh lagi ada pemain lain yang tak kalah legendaris. Seperti Rochi Putiray, atau Ronny Pattinasarani dan masih banyak lagi pemain lain.

Saat ini para pemain dari Indonesia Timur pun masih terus berkembang. Bahkan, beberapa jadi mereka terus menjadi andalan di Timnas Indonesia era Shin Tae-yong.

 

Asnawi Mangkualam

<p>Timnas Garuda Muda gagal menambah gol hingga babak pertama usai. Asnawi Mangkualam dkk terlihat kurang tenang dan tidak efektif dalam penyelesaian akhir. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p>

Timnas Garuda Muda gagal menambah gol hingga babak pertama usai. Asnawi Mangkualam dkk terlihat kurang tenang dan tidak efektif dalam penyelesaian akhir. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Asnawi adalah salah satu pemain paling penting di Timnas Indonesia era Shin Tae-yong. Sosoknya selalu dibutuhkan, tak hanya di Timnas senior tapi juga di Timnas Indonesia U-23.

Salah satu penampilan terbaik Asnawi Mangkualam di Timnas Indonesia era Shin Tae-yong sejauh ini terjadi di Piala AFF 2020 lalu. Di usia 22 tahun, ia mampu berperan dengan baik sebagai wakil kapten.

Pemain asal Sulawesi Selatan itu pun terus menunjukkan perkembangan yang bagus. Apalagi ia kini berkarier di Korea Selatan dengan memperkuat Ansan Greeners.

 

Witan Sulaeman

Witan Sulaeman. Pemain sayap milik Lechia Gdansk berusia 20 tahun ini tampil penuh 90 menit. Selain menyumbang gol, pergerakannya juga mampu merepotkan dan kadang harus dijatuhkan hingga menghasilkan beberapa kali tendangan bebas. Ia layak mendapat nilai 7,5. (AFP/Roslan Rahman)
Witan Sulaeman. Pemain sayap milik Lechia Gdansk berusia 20 tahun ini tampil penuh 90 menit. Selain menyumbang gol, pergerakannya juga mampu merepotkan dan kadang harus dijatuhkan hingga menghasilkan beberapa kali tendangan bebas. Ia layak mendapat nilai 7,5. (AFP/Roslan Rahman)

Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah ini jadi salah satu pemain paling berkembang di era Shin Tae-yong. Witan yang masih berusia 20 tahun ini semakin punya peran penting di skuad Garuda.

Witan kini paling tidak bisa bermain di tiga posisi yang berbeda. Yakni winger kanan, winger kiri, dan gelandang serang.

Penampilan apik Witan tak hanya terjadi di Timnas Indonesia saja. Di level klub, ia pun tampil cukup baik.

Witan mampu mencetak empat gol dan satu assist dari 12 laga bersama klub Slovaia, FK Senica di paruh kedua musim 2021/2022 lalu.

 

Ricky Kambuaya

Di awal babak kedua, Ricky Kambuaya dkk yang masih mendominasi permainan gagal menambah gol akibat banyak membuang peluang. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Di awal babak kedua, Ricky Kambuaya dkk yang masih mendominasi permainan gagal menambah gol akibat banyak membuang peluang. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Ricky Kambuaya memiliki karier yang menarik. Pada tahun 2018, pemain kelahiran Sorong, Papua Barat ini masih berlaga di Liga 2 bersama Mojokerto Putera.

Namun, kini Ricky jadi salah satu pemain paling penting di lini tengah Garuda. Ricky memang tak punya kecepatan.

Meski demikian, ia mampu melakukan akselerasi dengan baik. Kemampuannya dalam melewati lawan juga lumayan bagus.

Sejauh ini Ricky Kambuaya sudah bermain 17 kali bersama Timnas Indonesia senior. Ia juga sudah mencetak lima gol sejauh ini.

 

Irfan Jaya

Irfan Jaya. Dari 4 laga, pemain berusia 25 tahun yang beroperasi di sayap kanan ini selalu menjadi starter dan selalu diganti sebelum laga usai. Dari total 289 menit, ia sukses mencetak 3 gol, termasuk 2 gol saat mengalahkan Malaysia 4-1. (affsuzukicup)
Irfan Jaya. Dari 4 laga, pemain berusia 25 tahun yang beroperasi di sayap kanan ini selalu menjadi starter dan selalu diganti sebelum laga usai. Dari total 289 menit, ia sukses mencetak 3 gol, termasuk 2 gol saat mengalahkan Malaysia 4-1. (affsuzukicup)

Winger berusia 26 tahun ini sebenarnya sudah jadi langganan Timnas Indonesia sejak tahun 2018 lalu. Saat itu Luis Milla Aspas masih menjadi pelatih skuad Garuda.

Sejauh ini, pemain kelahiran Bantaeng, Sulawesi Selatan itu sudah mengumpulkan 22 caps. Ia juga sudah mencetak enam gol untuk Timnas Indonesia.

Namun, penampilan Irfan Jaya belakangan ini agak sedikit menurun. Mungkin saja kesempatan bermain di Bali United yang terbatas agak mempengaruhi rasa percaya diri Irfan Jaya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel