MVAT ajak warga Banyumas menonton film dokumenter tentang Ahmad Tohari

Museum Virtual Ahmad Tohari (MVAT) bekerja sama dengan Yayasan Lontar mengajak warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk menonton bareng (nobar) film dokumenter tentang sastrawan dan budayawan asal Banyumas, Ahmad Tohari.

Dalam keterangan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, Program Manager MVAT Kemal F Ramadhan mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Yayasan Lontar berupaya meningkatkan pengetahuan dan pendidikan kesusastraan Indonesia melalui nobar film dokumenter berjudul "Ahmad Tohari Kesaksian Tanpa Batas (2004)" yang menjadi bagian dari arsip dan dokumentasi maestro sastra Ahmad Tohari.

"Pemutaran film dokumenter tersebut akan dilaksanakan di Prakerta Kopi, Jalan HR Boenyamin, Purwokerto, pada Rabu (11/1) pukul 19.00 WIB, dan terbuka untuk umum," katanya.

Ia mengatakan film dokumenter yang diproduksi pada tahun 2004 oleh Yayasan Lontar dengan sutradara Shanty Harmayn itu merupakan bagian dari seri On The Record Tokoh Penulis Indonesia.

Menurut dia, film tersebut mengangkat kepengarangan Ahmad Tohari sebagai tokoh penting dalam sejarah sastra Indonesia.

"Alur film dibangun dengan mengetengahkan aspek psikologis, latar belakang, hingga proses kreatif Ahmad Tohari menulis novel Kubah dan Trilogi Rongeng Dukuh Paruk yang berwarna geger politik 65," jelasnya.

Baca juga: Budayawan: Baju adat untuk seragam sekolah perkuat ciri kedaerahan

Baca juga: Budayawan Ahmad Tohari: Hormati larangan gelar hajatan pada bulan Sura

Kemal mengatakan film dokumenter tersebut juga mengetengahkan pandangan akademisi dan sastrawan yang menekankan sikap kritis religius Ahmad Tohari sebagai sosok yang lahir serta tumbuh di lingkungan santri.

Selain sebagai tindak lanjut dari program pengenalan Museum Virtual Ahmad Tohari, kata dia, kegiatan nobar tersebut juga ditujukan untuk menegaskan sosok penting Ahmad Tohari dalam kancah kesusastraan Indonesia.

Selama ini, lanjut dia, Yayasan Lontar bergerak sebagai organisasi nirlaba yang konsisten mempromosikan sastra dan budaya Indonesia.

"Lebih dari dua dekade, sejak 1987, Yayasan Lontar menjadi satu-satunya organisasi di dunia yang fokus untuk mempromosikan Indonesia melalui terjemahan sastra. Salah satu bentuk kerja sama kami (MVAT) dengan Yayasan Lontar adalah dengan memutarkan film tersebut kepada khalayak luas," tegasnya.

Sementara bagi MVAT, kata dia, film "Ahmad Tohari Kesaksian Tanpa Batas" merupakan arsip penting yang menegaskan kepengarangan Ahmad Tohari sebagai bagian dari tonggak perkembangan sastra Indonesia.

Baca juga: Anggota DPD RI berikan anugerah bidang sastra kepada Ahmad Tohari

Baca juga: Rektor: Mahasiswa KKN Unsoed harus mampu berdayakan potensi desa