Myanmar Larang Penerbangan Internasional hingga Akhir Januari 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi corona Covid-19 masih menghantui banyak negara. Kekhawatiran terdampak corona pun masih belum hilang dalam benak banyak penduduk di muka bumi, tak terkecuali Myanmar.

Melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi, Myanmar telah memperpanjang masa penangguhan sementara penerbangan komersial internasional hingga akhir Januari 2021. Hal itu dilaksanakan untuk tindakan sementara guna mencegah impor COVID-19 ke negara itu melalui perjalanan udara, dilansir dari Business Standard, Jumat (1/1/2021).

Tindakan tersebut akan terus diperpanjang karena infeksi penyakit terus meningkat di sebagian besar negara dan wilayah. Diskusi sedang dilakukan di antara kementerian terkait untuk tahap demi tahap dimulainya kembali penerbangan komersial internasional sejalan dengan prosedur standar perawatan kesehatan tergantung pada situasi penyakit.

Hingga Rabu malam, Myanmar telah melaporkan 123.470 kasus infeksi COVID-19 dengan 2.664 kematian, menurut rilis dari Kementerian Kesehatan dan Olahraga.

Sebelumnya, Myanmar telah meluncurkan tur penerbangan tamasya non-pendaratan pertama dengan jadwal Yangon-Kyaikhtiyo-Hpa-an untuk meningkatkan pariwisatanya. Pesawat meninggalkan Bandara Internasional Yangon dan terbang rendah di atas area Pagoda Kyaihtiyo di Negara Bagian Mon dan Gunung Hpa-an dan Zwegabin di Negara Bagian Kayin serta tempat-tempat penting lainnya.

Penumpang Pesawat

Ilustrasi penumpang pesawat (Dok.Unsplash)
Ilustrasi penumpang pesawat (Dok.Unsplash)

“Kami memulai tur penerbangan tamasya ini dengan jadwal Kyaikhtiyo-Hpa-an. Kami juga berencana untuk melakukan tur penerbangan ke area terdekat lainnya. Turnya sekarang 30 menit. Kami juga akan merencanakan tur selama satu jam,” kata Presiden Asosiasi Travel Myanmar, Naung Naung Han, seperti dilansir dari Eleven Myanmar.

Penerbangan dimulai dari dan kembali ke Yangon. Total ada 35 penumpang di dalam pesawat tersebut. Tur penerbangan tamasya tanpa mendarat pertama dilakukan dengan penerbangan ART-72 dari Myanmar National Airlines.

Pesawat terbang 5.000 kaki di atas tanah untuk menghormati Pagoda Kyaihtiyo dan 3.000 kaki di atas tanah untuk pemandangan Gunung Zwegabin. Naung Naung Han mengatakan maskapai lain juga merencanakan tur penerbangan tamasya yang berbasis di Wilayah Mandalay untuk bertamasya di tempat-tempat spektakuler seperti Bagan dan Inlay.

Infografis Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing

infografis Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing
infografis Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: