Myanmar Selidiki Pembunuhan 10 Muslim

Yangon (AFP/ANTARA) - Pemerintah reformis Myanmar pada Kamis meluncurkan penyelidikan resmi atas gejolak kekerasan sektarian di barat negara itu. Pemerintah berjanji untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab.


Sepuluh orang muslim di negara bagian Rakhine yang berbatasan dengan Bangladesh, terbunuh karena kemarahan massa karena adanya kejadian perkosaan dan pembunuhan terhadap seorang wanita yang dilakukan oleh tiga orang muslim.


Kaum Muslimin terbunuh setelah ratusan massa menyerang bus pada Minggu kemarin. Massa percaya pelaku pemerkosaan dan pembunuhan perempuan Rakhine itu berada di dalam bus yang diserang.


Pemerintah telah membentuk komite penyidik dan akan mendengar semua pihak yang bertikai serta berharap sudah mengungkapkan temuannya pada akhir Juni mendatang.

"Ada serangan yang terorganisir, anarkis, tak memandang hukum negara, yang bisa membahayakan perdamaian, stabilitas dan aturan hukum di negara bagian Rakhine,” tulis koran New Light Myanmar, yang menjadi corong pemerintah.


“Pemerintah sekarang berpadu menuju masyarakat demokratis baru, melakukan reformasi politik dan ekonomi… kami juga mendidik masyarakat selangkah demi selangkah untuk mengamati praktik demokrasi,” tulis koran ini lagi.


Penyelidikan akan dipimpin oleh Birgjen Kyaw Myint Zan, Deputi Menteri Dalam Negeri, bertujuan menyingkap kebenaran dan mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang anarkhis.


Tapi tiga tersangka yang digambarkan sebagai Muslim yang berasal dari Bangladeh, sudah ditahan pemerintah, menurut media pemerintah.


Aye Maung, seorang anggota majelis tinggi untuk negara bagian Rakhinee, berkata “penyelidikan ini penting agar masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi.”


“Saya ingin komite ini menyelidiki masalah ini secara adil dan sesuai standar internasional tentang hak-hak asasi warga negara,” katanya kepada kantor berita Prancis, AFP.


Pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi pada Rabu meminta warga Myanmar yang mayoritas beragama Buddha untuk menunjukkan simpati terhadap warga minoritas setelah adanya pembunuhan perempuan di Rakhinee itu. (yg/ik)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.