Myanmar Tangkap Mantan Duta Besar Inggris dan Suami

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Myanmar menyampaikan telah menangkap mantan duta besar (dubes) Inggris untuk negara tersebut , Vicky Bowman dan suaminya, Htein Lin. Pasangan tersebut ditangkap karena diduga melanggar undang-undang imigrasi.

Bowman ditangkap karena tidak menyertakan tempat tinggal di alamat yang tercantum pada sertifikat pendaftaran orang asing miliknya. Sedangkan suaminya ditangkap karena membantu Bowman tinggal di alamat berbeda dari alamat yang didaftarkan di ibu kota Yangon.

Juru bicara kedutaan Inggris menyampaikan ada penangkapan perempuan Inggris di Myanmar, namun tidak menyebutkan nama Bowman.

"Kami menjalin kontak dengan pihak berwenang setempat dan memberikan bantuan konsuler," jelasnya, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (26/8).

Tony Cheng dari Al Jazeera melaporkan, belum ada konfirmasi di mana Bowman ditahan, namun menurutnya perempuan tersebut kemungkinan ditahan di Penjara Insein, penjara terbesar di Yangon.

Richard Horsey, penasihat senior Grup Krisis Internasional menyebut penangkapan ini sebagai "langkah provokatif rezim".

"Vicky dan Htein Lin sangat dihormati dan telah berkontribusi banyak bagi Myanmar selama beberapa dekade. Fakta bahwa Vicky adalah mantan duta besar Inggris menambah beratnya kasus ini," ujarnya.

Jika Bowman terbukti melanggar hukum imigrasi, maka ia terancam hukuman maksimal lima tahun penjara, sesuai UU Imigrasi yang berlaku di Myanmar.

Hingga kini Bowman dan Lin sedang dalam penyelidikan pihak berwenang Myanmar.

Bowman (56), menjabat sebagai dubes Inggris untuk Myanmar dari 2002 sampai 2006. Htelin Lin (55), merupakan salah satu seniman ternama dan mantan aktivis Myanmar yang pernah dipenjara selama enam tahun antara 1998 dan 2004 karena menentang kekuasaan militer.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]