Nadal selamatkan Spanyol di Piala Davis

Oleh Martyn Herman

Madrid (Reuters) - Rafael Nadal harus berjuang hingga lewat tengah malam untuk memastikan tim tuan rumah Spanyol lolos ke semifinal turnamen tenis beregu putra grup dunia Piala Davis setelah mengalahkan Argentina 2-1, Jumat waktu setempat, sementara pada laga lainnya harapan petenis top Serbia Novak Djokovic pupus setelah timnya kalah di babak perempat final.

Petenis nomor satu dunia Nadal memastikan kemenangan timnya setelah bersama Marcel Granollers memenangi partai ganda atas pasangan Argentina 6-4, 4-6, 6-3, dan maju ke semifinal melawan Inggris yang sebelumnya menyingkirkan Jerman 2-0.

Nadal, 33, pada partai tunggal berhasil mengalahkan Diego Schwartzman 6-1 6-2 untuk mengklaim kemenangan tunggal 26 berturut-turut . Ia membalas kekalahan rekan senegaranya Pablo Carreno Busta yang kalah 6-7 (3) 7-6 (4) 6-1 oleh tunggal Argentina Guido Pella.

Pada partai ketiga yang menentukan, pasangan Argentina Maximo Gonzales dan Leonardo Mayer, yang mendapat dukungan luar biasa oleh suporter Argentina yang lantang menyanyikan lagu-lagu penyemangat di Stadion La Caja Magica, nyaris mengancam peluang tuan rumah ketika mereka dapat merebut set kedua sebelum pasangan Nadal/Granollers dapat memenangi set penentuan.

Setelah seringnya banyak kursi-kursi yang kosong di stadion dalam turnamen Piala Davis dengan format baru itu, panitia turnamen, ITF dan Kosmos bisa bernapas lega karena setidaknya pertandingan semifinal antara Spanyol dan Inggris akan dipenuhi oleh 12.500 penonton di lapangan utama.

Turnamen beregu putra Piala Davis dengan format baru yang putaran finalnya terdiri atas 18 tim yang bertanding di lokasi yang sama ini sering diwarnai dengan pertandingan yang berlangsung lama, kadang-kadang kacau, tetapi juga memunculkan aksi yang menggembirakan, tak terkecuali pada Jumat itu.

Diimulai dengan laga perempat final yang luar biasa antara Serbia dan Rusia.

Petenis Rusia Andrey Rublev menaklukkan Filip Krajinovic 6-1 6-2, namun Serbia dapat menyamakan kedudukan setelah Djokovic mencatat kemenangan 6-3 6-3 atas Karen Khachanov, kemenangan tunggal ke-15nya di Piala Davis berturut-turut.

Seperti saingannya Nadal, Djokovic kembali harus tampil untuk partai ganda bersama Victor Troicki untuk mencoba dan membawa tim negaranya melewati perempat final, namun akhirnya gagal.

Djokovic mengalami cedera siku tetapi setelah kalah pada set pertama melawan duet dinamis Rusia Rublev/Khachanov, dia dan Viktor Troicki kembali bangkit. Tiga kali pasangan Serbia mendapat match point pada tiebreak set penentuan dan pada yang ketiga Troicki melakukan kesalahan dengan pukulan voli termudah - suatu kesalahan yang menjadi mimpi buruk..

Troicki kemudian gagal melakukan pengembalian, dan Rusia dapat merayakan keberhasilan lolos ke semifinal pertama sejak 2008 di mana mereka akan menghadapi Kanada di semifinal pertama Sabtu.

Sementara itu bagi Serbia kekalahan itu juga menghilangkan kemungkinan partai klasik Nadal vs Djokovic di final hari Minggu.

Itu adalah momen yang disesali oleh Troicki yang tampak emosi saat konferensi pers pasca-pertandingan di mana kapten Serbia Nenad Zimonjic dan hampir semua timnya terlihat sedih..

"Menyakitkan, ini benar-benar sakit," kata Djokovic sementara Troicki, yang pada final Davis 2010 merebut poin terakhir untuk memastikan kemenangan Serbia atas Prancis di Beograd, menggambarkannya sebagai momen terburuk yang pernah ia alami.

"Saya mengecewakan tim saya dan meminta maaf kepada mereka," katanya , sementara Djokovic terlihat dengan wajah lemas di kursinya.

Untuk hari kedua, kapten tim Inggris Leon Smith memilih untuk tidak memasang pemain andalan Andy Murray, pahlawan saat juara pada 2015. Tapi kali ini Inggris bukan tim yang hanya mengandalkan satu orang..

Pengganti Murray Kyle Edmund dapat mengalahkan tunggal Jerman Philipp Kohlschreiber 6-3 7-5 sebelum Dan Evans dapat mengatasi rasa gugupnya untuk mengalahkan Jan-Lennard Struff 7-6 (6) 3-6 7-6 (2).

Evans, yang kalah pada partai tunggal dalam dua penampilan sebelumnya, sempat dalam posisi berbahaya. Namun dengan dukungan Murray dari pinggir lapangan dia dapat memenangkan pertandingan tiga set itu.

"Saya merasa saya sudah mengecewakan tim dalam dua hari terakhir. Bisa menang kali ini seperti hal yang luar biasa," kata Evans..