Nadal siap hibur penggemar tenis yang menderita karena pandemi

Aditya Eko Sigit Wicaksono
·Bacaan 3 menit

Rafael Nadal menyatakan dirinya dalam kondisi bugar dan siap membuat sejumlah keajaiban untuk menghibur para penggemar tenis yang "menderita" menghadapi pandemi virus corona di seluruh dunia.

Petenis top Spanyol, yang berpeluang melewati rekor 20 gelar Grand Slam Roger Federer yang cedera jika menjuarai di Australian Open mulai 8 Februari, akan mengawali musim tahun ini dengan mewakili tim negaranya di Piala ATP mulai Selasa.

Dia akan tampil di lapangan Melbourne Park setelah menyelesaikan 14 hari karantina di Adelaide, di mana dia diizinkan untuk berlatih hingga lima jam sehari sebelum laga eksibisi Jumat melawan juara US Open Dominic Thiem.

Baca juga: Nadal dan Serena dukung penerapan protokol ketat di Australia

"Bagi saya pribadi, persiapannya positif," kata Nadal seperti dikutip AFP, Minggu.

"Saya bisa berlatih sekitar dua jam per hari di Adelaide. Beberapa hari lebih lama, dua jam 15 menit, dua jam 20 menit. Itu saja.

"Saya sudah melakukannya, menurut saya itu harus saya lakukan untuk siap. Sekaranglah saatnya untuk mulai bermain dan berlatih dengan rekan-rekan lain dan mari kita lihat apa yang terjadi."

Sebagian besar pemain telah keluar dari karantina dan petenis nomor dua dunia itu ingin kembali fokus pada tenis, meskipun pikirannya tertuju pada mereka yang terkunci di seluruh dunia.

“Saat kita tiba di sini, kita menjalani karantina ini. Tapi saya rasa itu sudah berakhir. Inilah saatnya untuk mulai membicarakan tenis,” ujarnya.

"Itulah mengapa kami datang ke sini: untuk bermain tenis, untuk mencoba memberi kepada para penggemar di seluruh dunia dan kepada para penggemar di sini di Australia.

"Untuk beberapa orang yang sangat menderita di rumah, kami mencoba memberikan hiburan yang baik untuk mereka. Satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah dengan pergi ke lapangan, mencoba yang terbaik."

Baca juga: Cara tak kenal kompromi Australia menggelar Grand Slam pandemi

Nadal memimpin Spanyol di Piala ATP, berupaya keras untuk menebus kesalahan setelah dikalahkan di final di Sydney tahun lalu oleh tim Serbia pimpinan Novak Djokovic.

Nadal, yang biasanya tidak bermain seminggu sebelum Grand Slam, mengatakan itu adalah pengalaman yang berbeda tahun ini, dengan turnamen tersebut dipotong menjadi 12 tim dari 24 sebelumnya dan semua pertandingan di Melbourne sebelum Australian Open.

"Ini situasi yang sangat tidak biasa bagi kebanyakan dari kami. Sebagian besar dari Anda yang mencermati tenis tahu saya tidak pernah bermain seminggu sebelum Grand Slam," katanya.

"Jadi ini sedikit baru dan merupakan situasi yang beda. Tapi di sinilah saya, sama seperti anggota tim lainnya, untuk mencoba yang terbaik setiap saat.

"Karena kami adalah tim, dan tim yang bagus, dengan pemain hebat, kami memiliki opsi berbeda. Semua orang siap bermain, dan bermain dengan level yang sangat kompetitif."

Baca juga: Tugas berat Melbourne meriahkan Grand Slam pandemi

Spanyol memulai kiprah mereka melawan tuan rumah Australia, yang tanpa Nick Kyrgios tetapi dipimpin oleh Alex De Minaur yang sedang dalam performa terbaiknya setelah memenangi turnamen pembukaan musim Antalya Open bulan ini.

Kedua tim bertemu di Piala ATP tahun lalu dengan De Minaur memaksa Nadal bermain tiga set yang mengasyikkan.

"Itu pertandingan yang emosional, tidak bagus untuk saya, tapi emosional," kata Nadal tentang pertandingan itu.

"Dia muda, dia terus berkembang setiap tahun. Saya pikir ini akan menjadi pertarungan yang sulit bagi kami semua bermain melawan tim hebat seperti Australia."

Baca juga: Gairah tenis Azarenka kian besar saja menjelang Australian Open
Baca juga: Kyrgios sebut Djokovic adalah LeBronnya tenis sambil layangkan kritik