Nadiem Makarim Janji Masukkan Muatan Musik Tradisional ke Kurikulum

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim berjanji memasukkan pelajaran tentang musik tradisional ke kurikulum sekolah.

"Dalam hal ini kami telah berkomitmen untuk mengembangkan materi pengembangan pendidikan musik tradisi untuk pendidikan formal dan informal dari jenjang PAUD sampai SMA termasuk di Sekolah Luar Biasa (SLB)," kata Nadiem dalam video di kanal Youtube Dharma Pertiwi, Selasa (9/11/2021).

Dia berharap, dengan dimasukkannya musik tradisi ke kurikulum nanti, anak-anak Indonesia akan ingat tugasnya sebagai pewaris seni tradisi yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Diharapkan, lanjut dia, mereka akan bergerak untuk melestarikan dan mengembangkan lebih lanjut

Nadiem menyadari, para pegiat seni budaya di Tanah Air tengah menghadapi tantangan untuk melestarikan kebudayaan, khususnya budaya tradisi. Pada era ini, menurut Nadiem tradisi harus bersaing dengan budaya-budaya baru yang muncul seiring perkembangan zaman.

Kesadaran itu muncul semenjak dia menginap di rumah pegiat musik tradisional di Sumatra Utara, Martahan Sitohang di sela kunjungannya ke Sumut beberapa waktu lalu.

"Pak Martahan adalah seorang maestro musik tradisi Batak yang dedikasinya sudah Tidak diragukan lagi. Satu malam habiskan waktu dengan Pak Martahan, saya belajar banyak hal terutama tentang perjuangan untuk memajukan kebudayaan dan kesenian tradisi," kata Nadiem.

Dukung Pemajuan Musik Tradisional

Pengalaman itu diakui Nadiem membuatnya semakin tergerak untuk mendukung pemajuan musik tradisi sesuai dengan rekomendasi hasil Kongres Musik Tradisi Nusantara pada September lalu.

"Salah satu rekomendasi tersebut adalah menyediakan dan pembelajaran musik tradisi nusantara dalam pendidikan formal dan informal," tandas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel