Nadiem Makarim Sebut PJJ Merupakan Pilihan Terbaik dari yang Terburuk

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku dirinya tak menginginkan adanya Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ. Bahkan, ia sendiri merasa menjadi korban akan adanya PJJ.

"Kenapa Mas Menteri melaksanakan PJJ? Saya juga nggak mau melaksanakan PJJ, saya orangtua, saya juga korban PJJ kan karena anak-anak saya harus melaksanakan online dan apalagi masih muda," ucap Nadiem dalam acara Indonesia Bicara melalui kanal Youtube Media Indonesia, Kamis (5/11/2020).

Nadiem menuturkan, pihaknya terpaksa menggelar PJJ, bukan karena menginginkan adanya PJJ. Hal ini lantaran dorongan atas kondisi yang ada yakni merebaknya pandemi Covid-19.

"PJJ ini dilaksanakan bukan karena kita menginginkan PJJ, PJJ ini dilaksanakan karena kalau kita tidak menutup sekolah di awal pandemi ini bisa bayangkan apa yang akan terjadi? Sekarang saja pandemi ini sudah melanda berbagai daerah," ucapnya.

Menurut Nadiem, dirinya tak bisa membayangkan jika saja kampus dan sekolah-sekolah di Indonesia masih dibuka saat pandemi. Bisa saja penularan dan angka kematian akibat Covid-19 akan merebak lebih luas.

"Mungkin murid-muridnya masih bisa melalui itu, tapi berapa murid yang tinggal bersama nenek-kakek dia, berapa murid-murid kita yang tinggal sama orang lanjut usia atau yang punya komorbiditas. Jadi saya suka bingung kalau menjawab," katanya.

Mantan Bos Gojek Indonesia itu mengamini jika memang opsi PJJ mendapatkan banyak tantangan, namun inilah pilihan terbaik dari yang terburuk.

"Ini adalah the best out of all worst scenario gitu. Jadi alternatifnya apa? Dibuka semua sekolah? Tentu tidak ideal, tapi kita coba pastikan pembelajaran itu harus masih terjadi atau gak anak-anak kita bakal ketinggalan," tutur Nadiem.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Inovasi ke Depan

Kendati begitu, kedepannya menurut Nadiem akan muncul beragam inovasi untuk membantu pembelajaran.

"Menurut saya akan ada berbagai macam permutasi yang terjadi, toolkit-toolkit software dan platform yang kita gunakan sekarang untuk PJJ banyak yang itu akan digunakan untuk platform kolaborasi," jelasnya.

Kolaborasi itu antara orangtua, murid, dan juga pihak sekolah.

"Itu bisa menjadi platform-platform kolaborasi yang digunakan pun pada saat kita masuk sekolah luring lagi," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: