Nadiem Selfie Bareng Megawati, Netizen: Dijamin Lolos dari Reshuffle

Dedy Priatmojo
·Bacaan 3 menit

VIVA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim baru-baru ini mem-posting sebuah foto di akun Instagram pribadinya sedang bersama Presiden RI kelima yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Foto diunggah di tengah isu reshuffle kabinet yang tengah santer diperbincangkan. Nadiem disebut sebagai salah satu menteri yang layak di-reshuffle karena kinerja tidak memuaskan.

Nadiem juga dikritik gara-gara hilangnya mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia di jenjang pendidikan tinggi. Namun, Nadiem menegaskan mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia tetap ada di dalam kurikulum di jenjang pendidikan tinggi.

Dalam swafoto yang diunggah di Instagram, mantan CEO Gojek itu mengakui bertemu Megawati dan berbincang banyak hal tentang pendidikan dan Pancasila.

"Ngobrol dua jam sama Bu Mega, diskusi strategi mempercepat Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila. Saya banyak belajar dari pengalaman beliau," tulis Nadiem dalam caption dikutip VIVA, Rabu, 21 April 2021.

Tidak ada penjelasan lain terkait pertemuan Nadiem dengan Megawati. Namun demikian, para netizen justru menganggap pertemuan dengan Megawati tersebut merupakan sinyal Nadiem aman dari isu reshuffle kabinet.

“Alhamdulillah sudah silahturahmi dengan ibu, dijamin lolos dari reshuffle,” tulis akun @tomyhaji123_boz

Sebelumnya, Relawan Jokowi Mania atau JoMan menyebut sejumlah menteri kabinet Jokowi-Maruf yang layak di-reshuffle karena kinerja tidak sesuai harapan. Salah satu nama yang disebut adalah Mendikbud Nadiem Makarim.

Ketua Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer menyebut ada enam sampai tujuh menteri yang layak dicopot karena kinerjanya tak sesuai harapan. Namun, ia mengatakan reshuffle adalah hak prerogatif Jokowi selaku presiden.

"Tapi, sebagai pendukung presiden, kita juga punya hak memberikan masukan kepada presiden berkaitan dengan beberapa kinerja menteri menurut kita jeblok di luar harapan. Salah satunya Nadiem Makarim," ujar Noel dalam Kabar Petang tvOne yang dikutip VIVA, Kamis, 15 April 2021.

Dia pun menyebut nama menteri lain seperti Menteri Pertanuan Syahrul Yasin Limpo, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar, dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Terkait Nadiem, ia menyoroti tak ada terobosan yang dilakukan eks Bos Gojek itu sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal, saat nama Nadiem diumumkan masuk kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, ada harapan publik soal terobosan berbasis digital di dunia pendidikan.

Sebaliknya, politikus PDIP yang juga anggota Komisi X DPR, Andreas Hugo Pareira justru membela Nadiem Makarim. Menurut Andreas, rumor yang beredar belakangan bahwa kursi Nadiem bakal diganti orang lain karena kinerjanya disorot sejumlah kalangan, tidak tepat.

Bagi Andreas, justru Nadiem telah banyak membuat terobosan selama menjabat.

"Sebagai anggota Komisi X saya melihat selama ini kinerja Nadiem Makarim bagus-bagus saja, bahkan dengan Nadiem sedang mempersiapkan terobosan-terobosan dalam dunia pendidikan," kata Andreas dalam keterangannya yang diterima VIVA, Jumat, 16 April 2021.

Andreas pun membeberkan sejumlah program teranyar Nadiem yang sudah berjalan dan diapresiasi banyak pihak. Seperti 'Merdeka Belajar', 'Kampus Merdeka', dan peningkatan status guru honorer.

Justru digabungnya Kementerian Riset dan Teknologi ke Kementerian Pendidikan, malah memperkuat posisi Kemendikbud. Menurutnya, Kemendikbud nantinya bisa mengonsolidasikan riset dalam satu direktorat baru, untuk kebutuhan bagi seluruh jenjang pendidikan.