Nadiem soal 2 Guru Korban Penembakan KKB Papua: Negara Akan Kenang Jasamu

·Bacaan 1 menit
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat rapat dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat membahas penghapusan Ujian Nasional (UN) pada 2021 dan sistem zonasi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya dua guru di Papua yang diduga ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Turut belasungkawa atas gugurnya dua guru hebat Oktavianus Rayo dan Yonatan Rende (Randen) dalam menjalankan tugas di Distrik Beoga, Papua," kata Nadiem dikutip dari Instanstory pribadi Nadiem, Jakarta, Rabu 14 April 2021.

Nadiem juga turut mengucapkan terima kasih atas jasa dan pengabdian para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

"Terima kasih atas pengabdianmu untuk pendidikan Indonesia, negara akan mengenang jasa-jasamu," tutup Nadiem.

Kedua guru itu, yakni Yonatan Randen yang merupakan guru SMPN 1 Julokoma dan Oktovianus Rayo yang merupakan guru Sekolah Dasar (SD).

Diculik

Selain dua penembakan guru, Kepala Sekolah SMPN 1 Julukoma Junedia Arung Salele sempat diculik anggota KKB.

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, Yonatan Renden meninggal dunia dengan luka tembak di bagian dada kiri dan kanan saat mengurusi jenazah Oktavianus Rayo.

"Yonatan Randen ditembak oleh KKB saat dirinya bersama Junaedi, Kepsek SMPN Beoga sedang melakukan pengurusan jenazah dari Oktavianus Rayo di Kampung Onggolan Distrik Beoga Kabupaten Puncak," ujar Yonatan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: