Nadiem Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tenaga Pendidikan Selesai Paling Telat Agustus 2021

·Bacaan 1 menit
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac ke seorang guru saat vaksinasi massal di Gedung Pemerintah Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/2/2021). Sebanyak 6.000 petugas pelayanan publik dan guru di Kota Tangerang menjalani vaksinasi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Vaksinasi Covid-19 terhadap pendidik dan tenaga kependidikan baru berada di angka 28 persen. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut, angka itu setara dengan 1,54 juta pendidik dan tenaga kependidikan.

Dengan angka yang baru mencapai itu, Nadiem mengaku mengalami keterlambatan dalam memvaksinasi Covid-19 ke mereka.

"Dengan pasokan vaksin yang sering terhambat karena di luar kontrol kita, kita masih bisa memvaksinasi 28 persen dari 5,6 juta pendidik dan tenaga pendidik di Indonesia dengan waktu yang lumayan singkat," ucap Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komis X DPR RI, Senin (31/5/2021).

Dengan hambatan tersebut, Nadiem memasang target vaksinasi Covid-19 terhadap lebih dari 5 juta pendidikan dan tenaga kependidikan bisa tercapai paling telat akhir Agustus 2021.

"Jadi kita memang mengejar, jadinya insyaallah kita masih bisa mencapai target kita, Insya Allah harapannya di akhir Juli atau paling telat akhir bulan Agustus," ucapnya.

Paling Banyak Vaksinasi Guru

DI Yogyakarta menjadi daerah paling tinggi yang pendidik serta tenaga pendidiknya telah mendapatkan vaksinasi. Menurut Nadiem sebanyak 85 persen guru dan dosen di Kota Pendidikan itu telah divaksin Covid-19.

"Variabilitasnya di daerah sangat besar. Di DKI hampir 80 persen daripada semua guru dan dosen itu tervaksinasi, Jogja hampir 85 persen. Jatim dan Jabar itu 35 persen, tapi totalnya 28 persen (secara nasional)," papar Nadiem.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: