Nadiem: Wabah Covid-19 Momentum Guru Kembangkan Pembelajaran Jarak Jauh

Liputan6.com, Jakarta - Meluasnya wabah Covid-19 atau virus Corona menjadi momentum bagi para pengajar untuk mengembangkan metode pembelajaran jarak jauh. Hal in disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

"Ini suatu bencana yang terjadi dalam skala nasional tapi ini menjadi kesempatan juga untuk para guru beradaptasi (menggunakan pembelajaran daring)," kata Nadiem dalam telekonferensi, Selasa (24/3/2020).

Nadiem melanjutkan, bagi pihak yang awalnya takut maupun enggan menggunakan metode ini, saat ini mereka dipaksa untuk beradaptasi agar proses pembelajaran bisa dilakukan.

"Dari sinilah kita akan mengetahui proses pembelajaran online dan dengan platform mana yang cocok," ucapnya.

Metode pembelajaran jarak jauh, kata Nadiem tidak akan dibakukan menggunakan satu metode saja. Menurut dia, masing-masing daerah dibebaskan untuk mencari tahu dan berinovasi sendiri metode mana yang dianggap cocok.

"Itu bukan skala nasional dan itu online langsung. Di sinilah berdasarkan selera, mana platform yang tepat, metode apa apa mintanya, ini menjadi pembelajaran yang penting," tandas Nadiem.

Kurangi Keluar Rumah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Rapat membahas soal perkenalan dan membahas program kerja. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Mendikbud Nadiem Makarim meminta masyarakat mengurangi  aktivitas di luar rumah. Hal ini demi menghentikan penyebaran virus corona ke masyarakat secara luas. Dia melihat saat ini masyarakat masih banyak beraktivitas di luar rumah.

"Untuk itu saya tekankan, virus Corona bukan virus yang bisa diremehkan. Ini virus berbahaya dengan tingkat penularan sangat cepat," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam keterangannya melalui video yang diterima Senin (16/3/2020).

Menurut Nadiem, meskipun seseorang itu dalam keadaan sehat, social distance tetap dibutuhkan. Hal itu karena mereka yang sehat bisa saja menjadi pembawa virus ke orang lain dengan sistem imunitas lebih lemah.

"Dan menukarkan kepada orang-orang dengan kondisi kesehatan tidak memadai, seperti orang-orang lanjut usia atau punya diabetes, hipertensi dan berbagai macam kondisi kesehatan lainnya," katanya .

"Jadi ingat, setiap kali kita keluar rumah, kita bisa mengancam nyawa orang lain," ujar Nadiem.

Nadiem mengajak masyarakat menunjukkan bahwa bangsa ini masih menjunjung asas gotong royong dengan aktivitas dari rumah guna mengendalikan penyebaran wabah tersebut.

"Marilah kita menyelamatkan nyawa masyarakat Indonesia dengan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Terimakasih," tandas Nadiem Makarim.

Saksikan video pilihan di bawah ini: