Naik angkot di Garut nanti bisa pakai aplikasi daring

Faisal Yunianto

Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Garut mulai mengembangkan aplikasi daring untuk operasional angkutan kota dalam mencari penumpang maupun memudahkan calon penumpang mendapatkan angkot di wilayah perkotaan Garut.

"Cara pesannya nanti bisa pakai aplikasi, seperti aplikasi online lainnya," kata Ketua Organda Garut, Yudi Nurcahyadi kepada wartawan di Garut, Jumat.

Ia menuturkan aplikasi untuk angkot itu diberi nama Angkot Beraplikasi atau Aksi Garut yang dapat diunduh aplikasinya di Playstore telepon genggam pintar.

Aplikasi yang baru pertama di Provinsi Jabar itu, kata dia, akan memberikan kemudahan bagi penumpang dalam memesan angkot dan mengetahui jarak tempuh perjalanan.

"Nanti bakal ketahuan berapa lama angkot bisa sampai," katanya.

Yudi mengungkapkan keunggulan menggunakan aplikasi bagi sopir angkot yaitu memudahkan sopir mengetahui keberadaan penumpang termasuk kondisi angkot sudah penuh atau belum.

Baca juga: Tarif angkutan umum di Garut naik selama musim mudik

Bahkan, lanjut dia, penumpang bisa melaporkan pengemudi apabila melajukan angkotnya secara ugal-ugalan yang bisa membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

"Penumpang bisa melaporkan pengemudi kalau bawanya ugal-ugalan atau tidak nyaman, karena data pengemudi dan nomor kendaraan bisa diketahui," katanya.

Ia menambahkan manfaat lain dari aplikasi itu bisa mencegah terjadinya kejahatan dalam angkot karena penumpang maupun sopir diketahui identitasnya.

Selain itu, lanjut dia, tidak akan ada lagi angkot memangkal di suatu tempat untuk menunggu penumpang karena keberadaan penumpang sudah diketahui.

"Tidak perlu 'ngetem', sudah ketahuan, kalau 'ngetem' bakal rugi karena kesalip sama angkot lain," katanya.

Pembuat aplikasi angkot di Garut, Eki Ananta mengatakan pengembangan aplikasi itu sudah dilakukan sejak 2018, selama itu menghadapi kendala dan terus melakukan perbaikan.

Proses membuat aplikasi angkot itu, kata dia, lumayan rumit karena harus dibuat masing-masing jalur angkot di wilayah perkotaan Garut, termasuk mengatur waktunya.

"Sekarang baru percobaan, dan kami masih terus mengembangkan aplikasi ini," katanya.

Baca juga: 60 persen warga Garut hijrah ke transportasi online