Naik Pesawat Jawa-Bali Tak Perlu Lagi Tes PCR, Cukup Antigen

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Pemerintah memutuskan untuk mengubah syarat perjalanan udara di wilayah Jawa-Bali. Jika sebelumnya pelaku perjalanan udara wajib melakukan tes PCR, kini dengan aturan terbaru bisa menggunakan tes antigen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Namun, Muhadjir tidak menjelaskan lebih lanjut mulai kapan aturan bisa tes antigen untuk syarat pelaku perjalanan Jawa-Bali berlaku.

TERKAIT: Kemenkes Tunggu Rekomendasi ITAGI dan IDAI untuk Menentukan Jadwal Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun

TERKAIT: Masa Berlaku Tes PCR untuk Penumpang KA Jarak Jauh Diperpanjang Jadi 3x24 Jam

TERKAIT: Putri Diana dalam Gaya Princess Gothic Serba-Chanel ala Kristen Stewart

"Untuk perjalanan akan ada perubahan. Untuk wilayah Jawa dan Bali perjalanan udara tidak lagi mengharuskan tes PCR tapi cukup dengan menggunakan tes antigen," kata Muhadjir dalam konferensi pers PPKM pada Senin (1/11/2021), dilansir Health Liputan6.com.

Tes antigen sudah cukup jadi syarat perjalanan domestik

Tes PCR tak lagi wajib untuk syarat naik pesawat Jawa-Bali. (unsplash/medakit ltd).
Tes PCR tak lagi wajib untuk syarat naik pesawat Jawa-Bali. (unsplash/medakit ltd).

Menanggapi polemik yang terjadi, Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman berpendapat bahwa sebenarnya pelaku penerbangan domestik tes antigen saja cukup. Bahkan ke depannya, seiring dengan cakupan vaksinasi Covid-19 tinggi tes antigen tidak diperlukan. Namun, syarat pelaku perjalanan udara harus tetap ketat.

"Asal sudah divaksin lengkap, tidak dalam kasus kontak, tidak bergejala dan penguatan protokol kesehatan. Itu yang perlu dijaga," kata Dicky lewat pesan suara.

Menurut Dicky, tes antigen sudah terbukti efektif sensitivitasnya dalam mendeteksi infeksi virus Covid-19. Selain itu, Dicky mengatakan bahwa tes PCR memang efektif dalam mengonfirmasi status Covid-19. Namun, ada aspek lain yang perlu dilihat dalam menjalankan strategi manajemen kesehatan masyarkat di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Salah satunya, harga.

"Lalu, cost effective tidak dengan tes PCR? Jelas tes PCR tidak cost effective karena selain mahal, tidak mudah dan tidak cepat," jelas Dicky.

Belum lagi, dalam menjalankan strategi kesehatan masyarakat, kemampuan masyarakat harus dihitung. Di Amerika Serikat, kemampuan membayar masyarakat untuk tes Covid-19 sekitar USD5.

Dalam hal menjalankan strategi kesehatan masyarakat itu harus cepat dan mudah dilakukan. Maka dari itu tes antigen untuk syarat moda transportasi termasuk udara sudah cukup.

"Itu warga negara Amerika lho yang kaya itu, berarti sekitar 60 ribu (rupiah). Masak kita mau lebih tinggi dari Amerika?,” kata Dicky.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel