Nakes Gugur Selama COVID-19, Menkes Budi: Kita Teruskan Cita-cita Almarhum

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan agar kita meneruskan cita-cita para tenaga kesehatan (nakes) yang gugur selama COVID-19. Yakni semangat kerja keras dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Saya merasa bahwa yang terbaik yang kita bisa lakukan untuk meneruskan pengabdian para almarhum (nakes), meneruskan cita-cita, dan semangat para almarhum adalah dengan bekerja keras dengan terus hati-hati menjalankan protokol kesehatan," ucap Budi dalam acara Pemberian Santunan kepada Tenaga Kesehatan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin, 19 April 2021.

"Saya rasa cita-cita kita semua, termasuk cita-cita almarhum, para tenaga kesehatan yang sudah mendorong kita untuk bisa mengatasi pandemi ini bersama. Mari kita teruskan semangat cita-cita dan kerja keras dan berbakti pada almarhum sebaik-baiknya."

Sebagai wujud apresiasi dan penghargaan Pemerintah, santunan diberikan kepada ahli waris. Pada hari ini, 19 April 2021, ada 11 orang ahli waris tenaga kesehatan yang diserahkan santunan secara langsung oleh Budi.

"Kami atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kepada keluarga ditinggalkan, kami juga mengucapkan terima kasih dan rahmat yang setinggi-tingginya kepada para keluarga yang ditinggalkan," imbuh Budi Gunadi.

"Apa yang kami berikan rasanya tidak bisa menggantikan yang sudah meninggalkan kita, tapi merupakan rasa terima kasih dari pemerintah kepada warganya."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Provinsi dengan Usulan Nakes Terbanyak yang Gugur

Keluarga berdoa depan pusara makam korban Covid-19 di TPU Srengseng Sawah 2, Jakarta Selatan, Jumat (19/3/2021). Seminggu terakhir intensitas pemakaman korban Covid-19 menurun drastis sebesar rata-rata 20 jenazah/minggu dibandingkan sebelumnya rata-rata 35 jenazah/minggu. (merdeka.com/Arie Basuki)
Keluarga berdoa depan pusara makam korban Covid-19 di TPU Srengseng Sawah 2, Jakarta Selatan, Jumat (19/3/2021). Seminggu terakhir intensitas pemakaman korban Covid-19 menurun drastis sebesar rata-rata 20 jenazah/minggu dibandingkan sebelumnya rata-rata 35 jenazah/minggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pelaksana Tugas Kepala Badan PPSDM Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari mengatakan, terhitung 18 April 2021, usulan santunan kematian yang masuk melalui aplikasi sebanyak 129. Usulan tahun 2021 tersebut sebanyak 72 orang dan yang gugur pada 2020 sebanyak 57 orang.

"Usulan melalui aplikasi, mencakup provinsi dengan tenaga kesehatan meninggal terbanyak, yaitu Provinsi Jawa Timur 37 orang, Jawa Tengah 34 orang, dan Provinsi DKI Jakarta 20 orang," katanya.

Pada minggu lalu, 14 April 2021, Menkes Budi Gunadi Sadikin telah menyerahkan secara langsung santunan kematian kepada ahli waris seorang nakes di Jayapura, Papua.

Berdasarkan laporan kematian yang masuk, data nakes yang gugur berasal dari organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi kesehatan masyarakat maupun edia sosial.

"Kemenkes menyiapkan penyerahan santunan kematian ini. Selanjutnya, akan disampaikan ke setiap provinsi yang ada tenaga kesehatan yang gugur," tambah Kirana.

Infografis 3 Cara Jadi Pahlawan Pelindung Keluarga dari Covid-19

Infografis 3 Cara Jadi Pahlawan Pelindung Keluarga dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Cara Jadi Pahlawan Pelindung Keluarga dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: