Nama Bupati Nganjuk Dipakai Untuk Memeras

TRIBUNNEWS.COM,NGANJUK-- Nama Bupati Nganjuk H Taufiqurrahman dicatut untuk menipu Rp 35 juta dengan alasan menjamu perwira tinggi Mabes Polri di Jakarta. Calon korbannya, adalah Hery Endarto, Direktur CV Wahana Sarana Teknik, yang kebetulan tengah bermasalah soal Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK).

Hery Endarto mengatakan, kasus ini bermula saat ia mendapat telepon dari seseorang mengaku bernama Wawan yang mengaku ajudan Bupati Nganjuk. Pesannya, Hery diminta menghubungi 'Bupati Nganjuk' dinomer ponsel diberikannya.

Sebenarnya, Hery sudah curiga karena sepengetahuannya tidak ada ajudan bupati bernama Wawan. Karena penasaran, Hery mencoba menghubungi nomer ponsel yang diberikan Wawan. Akhirnya, Hery bisa bicara dengan 'Bupati Nganjuk' yang intinya minta ditransfer Rp 35 juta untuk menjamu Kadiv Humas Mabes Polri di Jakarta.

'Bupati Nganjuk' minta uang dikirim ke rekening Benny, staf humas Nganjuk, ke rekening BCA Cabang Jakarta. Saat itu, sang bupati menjanjikan akan menyelesaikan perkara IUJK CV Wahana Sarana Teknik.

Hery sempat minta untuk bertemu langsung di Nganjuk, agar uang bisa diserahkan secara tunai. Namun ditolak oleh 'Bupati Nganjuk', dengan alasan sedang mengadakan pertemuan dengan Kadiv Humas Mabes Polri dari Jakarta.

Hery lalu kroscek ke ajudan Bupati Nganjuk di Nganjuk, dan mendapat kabar kalau Bupati Nganjuk tidak ada agenda bertemu dengan petinggi Mabes Polri di Jakarta. “Dari situ saya sadar, kalau akan menjadi korban penipuan dengan mengatasnamakan Bupati Nganjuk,” imbuh Hery.

Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Abdul Wakid merasa tidak memiliki pegawai bernama Benny. “Untung saja Direktur CV Wahana Sarana Teknik cepat tanggap, dengan tidak mengirim uang seperti diminta orang yang mengaku Bupati Nganjuk tersebut,” kata Abdul Wakid.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat