Nama Khofifah Tak Masuk di Form C1

TEMPO.CO , Jakarta: -Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur membenarkan tidak adanya nama pasangan calon Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja dalam formulir C1. Ketua KPU Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad beralasan bahwa formulir tersebut sudah masuk percetakan sebelum aduan Khofifah-Herman dikabulkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

"Karena yang daftar empat, kita menetapkan tiga. Kemudian sudah mulai ada gugatan, karena itu kolom keempat kita kosongi," kata Andry pada Tempo, Rabu, 7 Agustus 2013.

Dalam formulir yang digunakan untuk menuliskan hasil penghitungan suara itu memang hanya tercantum nama tiga pasangan calon yang ditetapkan KPU Jawa Timur dalam rapat pleno 14 Juli 2013. Sedangkan kolom keempat, kosong hanya memuat titik-titik.

Menurut Andry, formulir C1 dicetak setelah pengundian nomor urut 15 Juli 2013 lalu. Setelah itu, KPU mendengar bahwa pasangan Khofifah-Herman mulai mengajukan gugatan ke DKPP dan Pengadilan Tata Usaha Negara. Dari pengalaman yang ada, KPU Jawa Timur akhirnya mengosongi satu kolom untuk mengantisipasi jika keputusan DKPP berimbas pada lolosnya Khofifah-Herman.

Kalau harus cetak menunggu keputusan DKPP, kata Andry, waktu yang diperlukan tidak akan cukup. Berbeda dengan surat suara, jumlah formulir C1 jauh lebih banyak. Andry juga menegaskan tidak ada niatan untuk menjegal pasangan Khofifah-Herman.

Untuk mengatasi kolom kosong itu, Andry akan membicarakannya lebih dulu dengan tim kampanye yang bersangkutan. Tapi, menurutnya, cetak ulang sudah tidak memungkinkan. Selain karena faktor waktu, juga karena biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 2 miliar. "Nggak mungkin cetak ulang, uang dari mana? Nanti kita dikira korupsi kalau cetak lagi," katanya.

Karena itu, Andry sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh KPU dan panitia pemungutan suara di seluruh kabupaten/kota untuk mengetik nama Khofifah-Herman dan menempelkannya di kolom yang dikosongi.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.