Nama kru terkait dugaan pelecehan seksual dicoret di "Penyalin Cahaya"

·Bacaan 2 menit

Rekata Studio & Kaninga Pictures mencoret nama kru dari tim film "Penyalin Cahaya" yang dilaporkan dalam dugaan pelecehan seksual oleh komunitas pengelola pelaporan pelecehan seksual.

Dalam pernyataan sikap yang diunggah di akun media sosial, Rekata Studio & Kaninga Pictures mengatakan mereka berkomitmen memberikan ruang aman yang bebas dari pelecehan seksual dan akan selalu berpihak pada penyintas. Menjaga lingkungan produksi film yang bebas dari pelecehan seksual adalah merupakan misi utama mereka.

"Proses syuting film ‘Penyalin Cahaya’ yang berjalan dengan aman selama 20 hari di Januari 2021 adalah bukti komitmen kami," kata Rekata Studio & Kaninga Pictures dalam pernyataan.

Baca juga: Sutradara "Penyalin Cahaya" sebut pentingnya regenerasi di dunia film

Mereka mendapat informasi dari komunitas yang mengelola pelaporan terhadap peristiwa pelecehan seksual bahwa sebuah nama dari tim film tercatat sebagai terlapor akan dugaan perbuatan di masa lalunya.

"Sebagai tanggung jawab etik atas komitmen kami dan untuk menghormati pelaporan dan proses yang akan terjadi setelahnya, kami memutuskan untuk menghapus nama terlapor dari kredit film ‘Penyalin Cahaya’ dan di materi-materi publikasi film. Pihak terlapor tersebut tidak lagi menjadi bagian dari film 'Penyalin Cahaya' dan Rekata Studio."

Rekata Studio & Kaninga Pictures menyatakan pihaknya serius dalam menyikapi kejadian ini dan berharap proses-proses yang terjadi setelah pelaporan ini berjalan dengan mengakomodasi kepentingan penyintas dan dapat terselesaikan sesuai jalur yang tepat.

Kisah para penyintas kekerasan seksual dalam mendapatkan keadilan demi menyelesaikan masalah mendasari kisah dalam film "Penyalin Cahaya".

"Penyalin Cahaya" bercerita tentang mengenai Sur yang harus kehilangan beasiswanya karena dianggap mencemarkan nama baik fakultas usai swafotonya dalam keadaan mabuk beredar.

Sur tidak mengingat apapun yang terjadi pada dirinya malam itu. Ini adalah kali pertama Sur datang ke pesta kemenangan komunitas teater di kampusnya, dan mendapati dirinya tidak sadarkan diri.

Sur meminta bantuan Amin, teman masa kecilnya, seorang tukang fotokopi yang tinggal dan bekerja di kampus, untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya di malam pesta.

Baca juga: "Penyalin Cahaya" hingga "Rurouni Kenshin", konten yang tayang Januari

Baca juga: Sinema dan pengingat kita untuk kembali menjadi manusia

Baca juga: Deretan film Indonesia yang berjaya di festival film dunia 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel