Nama Striker PSCS Ini Terinspirasi Film yang Dibintangi Sylvester Stallone

Bola.com, Yogyakarta - PSCS Cilacap memiliki satu di antara striker muda dan potensial, bernama Arbeta Rockyawan. Pemain berusia 23 tahun asal Gunung Kidul, DIY, itu akrab disapa Rocky.

Pemain yang mengenakan kostum nomor punggung 10 menjadi andalan PSCS Cilacap dalam empat musim terakhir. Rocky melengkapi ketajaman lini depan PSCS karena memiliki kecepatan dan naluri mencetak gol.

Ternyata ada hal menarik di balik pemilihan namanya yang berhubungan dengan aktris Hollywood, Sylvester Stallone. Orang tuanya terinsipirasi dari film yang dibintangi Stallone yakni Rocky, menceritakan kisah seorang petinju hebat.

Keluarga Rockyawan ternyata memang familiar dengan olahraga tinju. Ayah dan seorang pamannya merupakan atlet tinju dari Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Ayah saya petinju profesional kelas 62 kg, sedangkan paman saya petinju kelas 65 kg. Meskipun keluarga saya berkecimpung di olahraga tinju, tapi saya pribadi mantap di jalur sepak bola," tutur Rocky dalam perbincangan dengan Bola.com melalui telepon, Selasa (12/5/2020).

"Mungkin bapak saya hanya terinspirasi sama Rocky Balboa saja. Karena sejak saya kecil sampai sekarang juga memang tidak diperbolehkan jadi atlet tinju," kata pemain kelahiran Klaten, 13 September 1996.

 

Idolakan Rochi Putiray

Rochi Putiray dalam sebuah acara di Kota Solo beberapa waktu lalu. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Ia mengaku nama yang diberikan orang tuanya itu tak lepas dari inspirasi sosok Rocky Balboa. Meski demikian, mantan pemain PSIM Yogyakarta itu lebih mengidolakan legenda sepak bola Indonesia, Rochi Putiray.

"Tekad kuat figur Rocky Balboa di film itu barangkali menjadi inspirasi orang tua saya memberikan nama Rocky. Idola saya adalah Rochi Putiray yang terkenal sebagai striker ganas," bebernya.

Arbeta Rockyawan saat ini sedang berada di kampung halamannya, Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Kompetisi Liga 2 sedang berhenti, ia tetap antusias berlatih demi menjaga kebugaran.

"Setiap pagi dan sore tetap latihan. Kalau pagi biasanya nge-gym, sementara sore harinya latihan di lapangan untuk menjaga feeling ball. Jaga-jaga kalau kompetisi dilanjutkan lagi," jelasnya. 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini