Namanya Suka Dipakai Produk UMKM, Kang Emil: Asal Jangan Karaoke Plus Ridwan Kamil

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa namanya kerap dipakai untuk produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini sebagai bentuk dukungannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

"Kalau menganggap nama saya bisa meningkatkan bisnis UMKM silakan dipakai," kata pria yang akrab disapa Emil itu di Anjungan Jabar TMII Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Menurut Emil, tidak ada royalti yang harus dibayarkan pemilik UMKM. Hanya saja, ia memberi dua syarat bagi UMKM yang akan menggunakan namanya.

Pertama, harus memberitahu dirinya dulu. Kedua, bisnisnya harus yang sesuai dengan etika syariah.

"Syaratnya cuma dua, karena nama saya mau dipakai yaitu laporan dulu dan bisnisnya harus yang sesuai etika syariah. Jangan namanya untuk karaoke plus Ridwan Kamil," ujarnya.

Emil mengatakan, sejauh ini sudah ada 25 UMKM yang melapor menggunakan namanya. Beberapa contoh UMKM yang menggunakan namanya seperti Keripik Pedas Kang Emil, Toko Galon Ridwan Kamil, Tukang Cukur Kang Emil Bandung Juara, Sate Tusuk Ridwan Kamil, dan Cimol Kang Emil.

"Saya catat sudah ada 25 UMKM yang pakai nama saya," ucap mantan Wali Kota Bandung itu.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Turut Mempromosikan di Medsos

Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Tak sampai di situ, Emil juga membantu memasarkan produk UMKM lewat media sosialnya yang memiliki belasan juta pengikut. Bahkan ia pun turut mendesain produk UMKM seperti sepatu, celana jeans, helm, jaket dan produk lainnya secara gratis.

"Saya juga jadi marketingnya, saya posting di Instagram yang followernya 14 juta, dan bantu juga untuk desain produknya," ungkapnya.

Dukungan konkret lainnya yaitu dari sisi anggaran Pemprov Jabar memberikan bantuan anggaran untuk UMKM lewat program One Pesantren One Product (OPOP). "Sudah hampir 2.000 pesantren sekarang punya usaha," kata Emil.

Saat ini 2,6 juta UMKM Jabar terkoneksi digital. Jumlah ini adalah yang terbanyak se-Indonesia. Hari ini Bank Indonesia pun memberikan penghargaan untuk Jabar sebagai daerah terbaik ekonomi digitalnya.

"UMKM terbanyak di Indonesia ada di Jabar 2,6 juta dalam setahun terdaftar, artinya emak-emak di kampung pun suatu hari jualan tidak cash tapi pake qr code," kata Emil.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel