Namibia Diserang Hoaks Vaksin COVID-19 Saat Melonjaknya Varian Omicron

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Informasi palsu atau hoaks tentang vaksin COVID-19 semakin merebak di Namibia, Afrika, seiring dengan melonjaknya kasus varian Omicron.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan dan Layanan Sosial Namibia, Kalumbi Shangula. Ia mengaku, prihatin dengan banyaknya kampanye antivaksin.

"Kami telah mencatat dengan keprihatinan kampanye anti-vaksinasi yang terus-menerus dan berkelanjutan yang dicampur dengan narasi palsu bahwa orang yang sekarat karena COVID-19 adalah mereka yang divaksinasi. Meskipun angka resmi menunjukkan bahwa 97 persen dari penerimaan ke rumah sakit adalah dari individu yang tidak divaksinasi," kata Shangula dikutip dari xinhuanet.com, Jumat (14/1/2022).

Menurut Shangula, pihaknya menemukan 81 persen dari warganya yang terinfeksi COVID-19 karena tidak divaksin. Sebagian lainnya tercatat dirawat di ICU rumah sakit, dan terjadi peningkatkan kasus kematian.

Kalumbi mengimbau, warganya untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19. Menurutnya, vaksin dapat mencegah seseorang mengalami gejala yang berat saat terinfeksi COVID-19.

"Vaksin membantu tubuh melawan infeksi dan mencegah penyakit parah, sehingga mengurangi rawat inap dan kematian," katanya.

Sebanyak 411.63 orang, mewakili 22,7 persen dari populasi target, telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19, dengan 348.552 orang yang memenuhi syarat di Namibia telah divaksinasi penuh.

"Termasuk peningkatan infrastruktur dalam hal isolasi dan penyediaan unit perawatan intensif yang memadai, pasokan oksigen yang memadai, pengadaan peralatan, penyediaan fasilitas kamar jenazah yang memadai serta perekrutan tenaga kesehatan tambahan," katanya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel