Nanan Sukarna Tak 'Ngoyo' untuk Jadi Gubernur Jabar  

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Nanan Sukarna, mengaku tak begitu ngoyo maju dalam pemilihan umum gubernur Jawa Barat. Seperti diketahui, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melirik Nanan untuk maju sebagai calon gubernur bersama dua kandidat lain, Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki.

"Saya serahkan semuannya pada mekanisme partai yang ada," kata Nanan saat ditemui usai acara penganugerahan bintang Bhayangkara Utama, di gedung utama Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu malam, 17 Oktober 2012.

Nanan juga mengatakan tak ingin menjadi sosok ambisius untuk maju jadi calon orang nomor satu di Jawa Barat. Bahkan, dia mengaku lebih menyimpan rasa optimismenya untuk dipilih PDIP maju bertarung dalam pilkada.

"Prinsip saya jangan merasa 'GR', jangan merasa saya yang terbaik. Kalau ada yang lebih baik, saya akan dukung," kata dia.

Namun, Nanan mengaku tetap menjaga komunikasi dengan petinggi partai berlambang banteng ini, termasuk dengan sang ketua, Megawati Soekarnoputri. Saat ini, kata dia, petinggi PDIP sedang melakukan survei untuk memilih satu dari tiga nama yang paling berpotensi menjadi calon gubernur.

Mengenai kapan PDIP akan menentukan calon gubernur mereka di Jawa Barat, Nanan mengatakan tak tahu. Dia hanya tahu batas akhir mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Barat pada 4 November mendatang. Terpilih atau tidak terpilih, Nanan mengatakan akan tetap bersyukur. "Yang terpenting keputusan itu terbaik untuk Jawa Barat dan terbaik untuk Kepolisian," kata dia.

INDRA WIJAYA

Berita populer:

Foto Syur Novi Amilia Tersebar di Balikpapan

Berbikini, Novi Amilia Suka Lari-lari di Apartemen

Novi Amilia Sering Mabuk dan Pulang Pagi

Ditahan, Nikita Mirzani Menangis

Novi Amilia Siap Beri Ganti Rugi Korban

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.