Nangis Kejer, Pria Tua Ternyata Anggota Kopassus Eks Anak Buah Prabowo

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tak akan ada musuh yang mustahil ditaklukkan, jika dalam ada seorang pemimpin yang ikut bertempur di garis depan. Soal memimpin pasukan dalam pertempuran, Letjen TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo jagonya.

Seperti yang sering dikisahkan, Prabowo adalah salah satu putra terbaik bangsa yang lahir dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Jauh sebelum meraih pangkat bintang tiga, Prabowo lebih dulu harus berjibaku mempertaruhkan nyawa di sejumlah palagan.

Tercatat, Prabowo pernah diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor-Timur. Tak hanya itu, pria kelahiran Jakarta 19 Oktober 1951 ini juga berhasil menumpas kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma pada 1996 silam.

Dalam berita 12 April 2021, VIVA Militer mengisahkan ada seorang anak buah Prabowo yang rela mati demi dirinya. Sosok anak buah Prabowo itu diketahui adalah Sersan Ilham La Ode.

Ilham dan Prabowo pernah berada dalam situasi terjepit dikepung musuh, kelompok pemberontak Front Revolusi Kemerdekaan Timor-Leste (Fretilin). La Ode meminta Prabowo untuk tetap bertahan di posisinya dengan menunduk, sementara ia rela menjadi target tembakan musuh.

Sikap La Ode itu membuat Prabowo marah. Ia tak mau membiarkan anak buahnya mati hanya karena demi keselamatan dirinya. Namun, La Ode bersikieras. Menurutnya, rekan-rekannya akan tetap bersemangat jika sang komandan selamat dan tetap hidup untuk berjuang bersama.

Ternyata, kisah kehebatan kepemimpinan Prabowo bukan cuma itu. Lewat pantauan VIVA Militer dari akun Facebook resmi Gerindra Kota Pontianak, sebuah cerita lain datang dari Prabowo.

Dalam akun itu diunggah sebuah foto Prabowo tengah memegang pundak seorang kakek, yang mengenakan topi hitam dan kemeja bercorak batik. Tampak pria tua itu tengah menangis tepat di hadapan Prabowo.

Siapa sangka, ternyata pria itu adalah Sersan Kepala (Serka) Slamet Aji. Dalam pernyataannya, akun itu menyebut bahwa Slamet adalah mantan anggota Kopassus yang pernah menjadi anak buah Prabowo dalam perang di Timor-Timur.

Slamet akhirnya bisa berjumpa dengan sang komandan setelah puluhan tahun tak bertemu. Pertemuan itu terjadi di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu 7 Juli 2018. Aji yang kala itu sudah berusia 73 tahun, rela berangkat ke Jakarta hanya untuk bertemu dengan Prabowo dalam acara halal bihalal dan reuni akbar Purnawirawan Kopassus.

Tangis Slamet pun pecah saat Prabowo menjumpainya. Seakan tak menyangka, Slamet yang datang jauh dari Magelang, Jawa Tengah, bisa bertatap muka dan berbincang langsung dengan Prabowo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel