Napi Cipinang Kendalikan Pabrik Pembuatan Ekstasi di Kalideres

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap pabrik gelap pembuatan narkoba (clandestine lab) di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (18/5/2013) lalu.

Petugas BNN menciduk pria berinisial R alias P, yang terlibat dalam pengelolaan clandestine lab. Dari hasil pemeriksaan, R mengaku menjalankan produksi barang haram atas perintah N, penghuni Lapas Cipinang.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Benny Mamoto menuturkan, anggotanya mengungkap kasus tersebut setelah menyelidiki selama 1,5 bulan.

"Tersangka R ditangkap saat akan mengubur mesin pencetak ekstasi di dalam tanah di belakang rumahnya. Di samping R ada tiga orang lagi yang berstatus DPO. Tim ini yang diperintah untuk mencetak, meracik, dan memasarkan ekstasi," kata Benny di lokasi, Rabu (12/6/2013).

Benny memaparkan, rumah mewah di Citra Garden II Extention Blok BH 1 No 21 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dikontrak sejak Maret 2013.

"Mereka sengaja memilih lokasi yang orang tidak mengira. Dari tempat pengeledahan, kami menyita mesin ekstasi, serbuk narkotika 2.445 gram. dan 85 butir pil ekstasi," ungkapnya.

Atas pengungkapan kasus ini, 12.000 anak bangsa dapat diselamatkan. Menurut Benny, kasus ini pun akan dikembangkan dengan cara mengebon N dari Lapas Cipinang.

"Malam ini kami akan mengambil untuk dimintai keterangannya," ucap Benny.

Sebelumnya diberitakan, N adalah pria yang menembak Bus TransJakarta beberapa waktu lalu. Ia dikenai UU Darurat No 12/1951 tentang Bahan Peledak dan Senjata Api.

Polisi juga menyita dua senjata api milik pria yang mengendarai sedan Mitsubishi Lancer keluaran tahun 2000, bernomor polisi B 171 JUN. Dua senjata itu masing-masing berjenis Colt rakitan kaliber 38 dan jenis CIS.

N diduga menembak Bus TransJakarta Koridor IX (Pluit-Pinangranti), di Halte Bus TransJakarta di Jalan Pluit Permai Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu 15 Januari 2011 pukul 20.30 WIB. Bus TransJakarta bernomor polisi B-7282-IV ditembak di bagian tutup tangki BBG.

Nico menembakkan timah panas lima kali ke udara. Salah satunya diarahkan ke Bus TransJakarta, Sabtu (15/1/2011) malam.

Beberapa jam kemudian, N ditangkap polisi di rumahnya di Perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dari tangannya, juga didapati senjata api dan 1.600 butir ekstasi. (*)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.