Napi Dipungut Biaya Rp 50 Ribu Mandi di Lapas Wanita Medan

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kabar tak sedap datang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tanjung Gusta Medan.

Informasi yang diperoleh beberapa media di Medan, warga binaan yang berada di dalam Lapas, bertengkar hebat dengan para petugas pada saat beberapa warga binaan dan narapidana hendak dipindahkan ke Lapas Wanita Binjai, dan dimintai sejumlah uang oleh petugas.

Kalapas Wanita Tanjung Gusta Medan, Probowati, saat dikonfirmasi via selulernya menjelaskan tidak benar adanya informasi prihal pemindahan tahanan ke Lapas Binjai dan adanya pungli yang dilakukan petugas lapas.

Ia pun mengungkapkan sangat tegas dengan bentuk Halinar (handphone, pungli, dan narkotika).

"Tidak ada pemindahan napi kita ke Binjai. Kalau masalah keributan, itu hanya mis communication saja antara KPLP dengan warga binaan. Mungkin KPLP belum ada pengalaman dan cara penyampaiannya kurang pas. Pungli tidak ada dan saya sangat tegas dengan hal itu," urainya, Selasa (19/2/2013).

Ditanya secara rinci prihal keributan apa yang terjadi di Lapas pada pagi itu, Probo tak banyak menjelaskan. Dirinya yang tak berada di lokasi hanya mengungkapkan hanya terjadi mis communication saja.

"Itu biasa, orang di sini beda pendapat dan saut-sautan ngomong tapi bukan berarti ada perselisihan," ujarnya lagi.

Beberapa waktu lalu, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, seorang wanita tua yang menjadi terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis ganja sebanyak lima kilogram, sempat bercerita, di Lapas Wanita ia harus membayar uang Rp 50 ribu untuk menggunakan air bersih dan mandi dua kali sehari.

Sementara untuk dana Rp 30 ribu, ia hanya diperbolehkan mandi atau menggunakan air di Lapas Wanita sebanyak satu kali sehari.

Ia pun sempat mengatakan, kalau tidak membayar uang itu ia hanya diperbolehkan mandi menggunakan air sumut yang ia sebut airnya tidak bersih.

Menanggapi adanya informasi tersebut, Probo menampik keras. Ia mengungkapkan kemungkinan hal itu dilakukan oleh oknum napi dan bukan dari pegawai lapas.

"Itu tidak mungkin. Yang jelas di dalam semua pembagian air merata. Tidak ada sama sekali pengutipan uang air. Barangkali oknum napi tetapi akan kami tindak lanjuti dan telusuri ke dalam. Kami tegas di sana kalau petugas melakukan hal tersebut. Siapa namanya yang menyampaikan informasi itu?," urainya.

Dijelaskannya, kamar mandi di Lapas Wanita terdapat dua tempat. Masing-masing tempat terdapat 10 bilik yang dapat langsung diakses oleh seluruh warga binaan.

"Nggak mungkin itu karena posisi terbuka. Barangkali onkum napi," pungkasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.