Napi Tak Bisa Mengendus Aroma Makanan, Ini Temuan di Rutan Kendari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kendari - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari, Iwan Mutmain menyatakan, sebanyak 29 narapidana positif Covid-19. Hal ini terungkap dari hasil tes swab (usap) yang digelar sejak 16 Oktober 2020 di kantornya.

Jumlah sebanyak ini, pertama kali di rutan Kendari. Mereka berasal dari 116 orang napi yang reaktif saat menjalani rapid test.

Napi lain masih menunggu hasil swab yang belum keluar. Namun, tidak menutup kemungkinan masih ada napi yang dinyatakan positif.

Iwan menceritakan, sejak 16 Oktober hingga awal November 2020, pihaknya sudah memutuskan melaksanakan rapid test bagi 649 warga binaan.

"Awalnya, terungkap ketika salah seorang napi mengakui tidak bisa mencium aroma makanan dan lingkungan di sekitarnya. Dari situ, kami langsung menggelar rapid test," ujar Iwan Mutmain, Selasa (3/11/2020).

Dia khawatir dengan kondisi petugas yang berjaga di dalam kantor yang berpotensi terkena dampak Covid-19. Kemudian, ada lebih 500 orang napi lainnya yang masih dalam kondisi sehat.

"Jangan sampai kami meggabungkan mereka dengan teman-teman, yang tadinya cuma mereka yang reaktif, bisa saja teman-temannya juga ikut kena," tambahnya.

Dia mengungkapkan, napi yang mengaku tak dapat mencium aroma dan bau, rata-rata sudah sekitar tiga minggu hingga sebulan lalu. Sehingga, pihaknya benar-benar khawatir dengan kondisi petugas.

"Kami meminta bantuan gugus tugas provinsi dalam hal bantuan pemantauan napi, sehingga masalah ini bisa secepatnya terselesaikan demi kebaikan bersama," katanya.

Diketahui, pihak Rutan Kelas IIA Kendari, sudah memberlakukan sejumlah prosedur percepatan penanganan Covid-19. Hal ini, sejak pandemi mulai menyebar di Sulawesi Tenggara awal Maret 2020.

Pihak Rutan Ketat Terapkan 3M

Pihak Rutan Kelas IIA Kendari, ketat menerapkan program penanganan Covid-19 sejak awal masuk dan keluar rutan. Slogan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, kerap digaungkan pihaknya.

"Sejak masuk dan di dalam rutan, ada spot-spot yang kami sediakan bagi pengunjung dan napi untuk mencuci tangan," ujar Iwan Mutmain.

Dia menambahkan, imbauan memakai masker dan menjaga jarak juga terus disampaikan baik secara lisan dan melalui papan pemberitahuan yang dicetak secara digital di berbagai sudut di Rutan Kelas IIA Kendari.

Pihaknya berharap, baik pembesuk atau tamu memahami kondisi Covid-19 yang memerlukan kesadaran semua pihak untuk mempercepat penanganannya. Untuk mengawal ini, Rutan Kelas IIA Kendari juga meminta kepada petugas rutan untuk terus mengingatkan semua pihak agar menaati prosedur penanganan covid-19.

Saksikan juga video pilihan berikut ini :