Napun Gete, Bendungan Ketiga yang Dibangun di NTT Sudah Rampung

Agus Rahmat, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan konstruksi Bendungan Napun Gete, yang berada di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bendungan ini merupakan bendungan ketiga yang dibangun Kementerian PUPR di provinsi NTT. Setelah sebelumnya kementerian menyelesaikan dua bendungan yakni Bendungan Raknamo dan Bendungan Rotiklot, yang telah diresmikan pada tahun 2018 dan 2019 oleh Presiden Joko Widodo.

"Pengisian awal (impounding) Bendungan Napun Gete telah dilaksanakan mulai Desember 2020 lalu, dan saat ini juga tengah dilaksanakan beberapa pekerjaan finishing sebelum diresmikan beroperasi," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 16 Februari 2021.

Baca juga: Gara-gara OPM, 1.000 Warga Intan Jaya Tinggalkan Rumah

Basuki pun telah meminta agar pembangunan Bendungan Napun Gete selesai lebih cepat, dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Menurutnya, aspek ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT, yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.

"Untuk itu perlu dibangun banyak bendungan dan embung guna mengatasi krisis air yang dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan lainnya," jelasnya.

Diketahui, saat ini progres pengisian air Bendungan Napun Gete sudah 40 persen dari total tampungan 11,2 juta m3. Bendungan ini direncanakan untuk mampu mengairi area irigasi seluas 300 hektare, guna ikut mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 khususnya di bidang pertanian.

Bendungan Napun Gete memiliki luas genangan 99,78 hektare, dengan keistimewaan berupa base flow yang dinilai lebih bagus dari Rotiklot di Kabupaten Belu yang memiliki kapasitas tampung 3,3 juta m3, dan Raknamo di Kabupaten Kupang yang memiliki kapasitas 13 juta m3.

Selain untuk irigasi, bendungan multifungsi ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku di Kabupaten Sikka, dengan kapasitas sebanyak 214 liter per detik. Kemudian bendungan ini juga berperan sebagai pengendali banjir sebanyak 219 m3/detik, dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt serta sebagai lahan konservasi dan pariwisata guna membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pembangunan Napun Gete menggunakan biaya APBN sebesar Rp880 miliar, yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pelaksanaan sejak Januari 2017.

Selama masa pandemi COVID-19, pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan, dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya.