Nara: Data Money Politic Jokowo-Ahok Akurat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kubu cagub/cawagub Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) tak main-main ingin membongkar permainan politik uang (money politic) lawannya, Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Nara mengatakan ada tim advokasi yang akan membongkar permainan money politic Jokowi-Ahok pada Pemilukada DKI Jakarta pada putaran pertama. Dan modal data yang diperoleh dari lapangan itu terbilang akurat.

"Saya tidak uraikan, lebih baik Anda tanya di bidang advokasi. Datanya pasti akurat," ujar Nara usai diskusi bertajuk 'Grand Final Pilgub DKI' di Jakarta, Sabtu (14/7/2012).

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta itu menolak membeberkan temuan-temuan money politic Jokowi-Ahok dimaksud. "Itu urusan advokasi hukum. Kami sudah serahkan. Kan sudah ada bidang-bidangnya," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, tim pemenangan Foke-Nachrowi akan menggelar jumpa pers mengenai permainan politik uang pasangan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI Jakarta di posko mereka pada Sabtu siang ini.

Selain soal money politic, tim pemenangan Foke-Nara juga akan menguak sisi lain atas adanya upaya pemaksaan kehendak agar Pemilukada DKI Jakarta digelar satu putaran dengan gugatan UU Nomor 29 Tahun 2007 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Seperti diketahui sebelumnya, hasil hitung cepat(quick count) lembaga survei terhadap Pemilkada DKI Jakarta menunjukan Jokowi-Ahok menungguli Foke-Nachrowi. Jokowi-Ahok meraih suara sekitar 43 persen. Sementara, Foke-Nachrowi yang notabene-nya incumbent hanya mendapatkan 33 persen suara.

Klik Juga:

  • Lima Anak Asal Makassar akan Dijual ke Singap...
  • Ahok: Kami Tak akan Koalisi dengan Cagub Kala...
  • Suporter Timnas Terpana
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.