NASA Ajak Netizen Ajukan Pertanyaan Hoaks dan Teori Konspirasi Luar Angkasa

·Bacaan 2 menit
Seorang seniman mengukir labu dalam acara Malam 1.000 Jack-O'-Lantern di Chicago Botanic Garden, Glencoe, Illinois, Amerika Serikat, 24 Oktober 2020. Lebih dari 1.000 labu ukiran tangan dipamerkan di acara tersebut menjelang perayaan Halloween. (Xinhua/Joel Lerner)
Seorang seniman mengukir labu dalam acara Malam 1.000 Jack-O'-Lantern di Chicago Botanic Garden, Glencoe, Illinois, Amerika Serikat, 24 Oktober 2020. Lebih dari 1.000 labu ukiran tangan dipamerkan di acara tersebut menjelang perayaan Halloween. (Xinhua/Joel Lerner)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penerbangan dan Antariksa, lembaga pemerintahan milik Amerika Serikat (NASA) mengajak warganet untuk mengajukan hoaks dan teori konspirasi seputar luar angkasa.

NASA membuat episode ini untuk menyambut perayaan halloween pada 31 Oktober 2020. NASA melakukan ini karena sadar masih banyak teori konspirasi dan hoaks soal luar angkasa.

"Berpikir kalau kami tidak mendarat di Bulan? Bagaimana dengan Bumi yang datar? Kami menyelami konspirasi dan hoaks untuk episode spesial #NASAHalloween dari #AskNASA," kicau NASA di akun Twitter resmi mereka pada 22 Oktober 2020.

Kicauan NASA itu menjadi viral setelah mendapat 16,4 ribu like, 2,2 ribu retweet, dan 544 komentar. Dari ratusan komentar tersebut, warganet mengajukan banyak hoaks dan teori konspirasi soal luar angkasa.

Kebanyakan netizen menanyakan soal keberadaan alien yang hidup di luar angkasa. Bahkan, ada yang beranggapa kalau Bumi berbentuk persegilima.

Ini bukanlah kali pertama NASA membuat video #AskNASA. Biasanya, topik bahasannya sangat sederhana, seperti pengalaman astronot tinggal di luar angkasa selama setahun.

"Dengan menampilkan berbagai pakar agensi, seri ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang sering diajukan dan menyanggah mitos atau hoaks," kata NASA saat pertama kali meluncurkan video seri tersebut pada 2019.

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.