NASA Berhasil Pecahkan Misteri Planet Luar Tata Surya

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Para astronom mengklaim bahwa planet luar Tata Surya (ekstrasurya atau exoplanet) yang mereka temukan merupakan hasil ledakan di masa lampau. Exoplanet KOI-5Ab ditemukan pada 2009 oleh Teleskop Kepler milik Badan Penerbangan dan Antariksa atau NASA.

Kepler melakukan perburuan planet yang dibagi dalam dua misi berbeda pada 2009 dan 2018. Teleskop itu menggunakan metode transit untuk menemukan tanda-tanda penurunan kecerahan saat dunia asing melintas di bintang induknya.

Baca: Bumi Setelah Kiamat Mengerikan, tapi Manusia Bisa Selamat

Dari sekitar 4.300 exoplanet yang ada, seperti dilansir dari laman Space, Rabu, 13 Januari 2021, hampir dua pertiganya ditemukan oleh Kepler. Salah satunya Exoplanet KOI-5Ab. Tim Kepler melihat adanya sinyal transit seukuran Planet Neptunus yang mengelilingi bintang mirip Matahari.

Bintang dan planet ini terletak sekitar 1.800 tahun cahaya dari Bumi atau berada di konstelasi Cygnus. Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa bintang induk memiliki bintang pendamping sehingga membuat analisis jauh lebih sulit.

Chief Scientist of NASA Exoplanet Science Institute, David Ciardi, mengatakan bahwa Exoplanet KOI-5Ab tidak diteliti lebih lanjut karena sangat rumit. Kemudian, pada 2014, ia menemukan planet ekstrasurya tersebut memiliki tiga bintang.

"Kami juga masih bertanya-tanya tentang keberadaan planet ekstrasurya ini. Apakah benar KOI-5Ab itu planet atau hanya sinyal yang dihasilkan oleh salah satu bintang pendamping," ungkap Ciardi.

Lalu, ia bersama para astronom lainnya mendapat pencerahan sejak adanya penerus Teleskop Kepler, yaitu Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), yang diluncurkan pada 2018 oleh NASA. Teleskop TESS menemukan sinyal di dalam sistem Exoplanet KOI-5Ab.

TESS juga menangkap semua informasi yang ada di sistem itu, di mana dari data tersebut dikatakan bahwa KOI-5Ab memang sebuah planet yang ukurannya setengah dari Saturnus.

Tak hanya itu. Riset juga menemukan bahwa bintang utama yang mengorbit Exoplanet KOI-5Ab (bintang A) memiliki teman dekat (bintang B). Duo ini mengorbit satu sama lain setiap 30 tahun sekali waktu Bumi. Lalu, bintang ketiga dalam sistem (bintang C) mengorbit bintang A dan B setiap 400 tahun sekali waktu Bumi.

“Meski begitu, kami masih memiliki banyak pertanyaan tentang bagaimana dan kapan planet dapat terbentuk dalam sistem bintang ganda. Lalu, bagaimana pula sifat-sifatnya dibandingkan dengan planet dalam sistem bintang tunggal," kata Ciardi.