NASA mengatakan wahananya berhasil menyimpan sampel dari asteroid

·Bacaan 1 menit

Washington (AFP) - NASA mengatakan Kamis, pesawat ruang angkasa robotiknya Osiris-Rex mampu menyimpan sampel batu dan debu yang diambil dari asteroid Bennu setelah terbukanya penutup yang membuat misi itu sempat berisiko.

"Kami kini mengumumkan hari ini bahwa kami telah berhasil menyelesaikan operasi itu," kata Rich Burns, manajer proyek misi.

Wahana tersebut sedang dalam misi mengumpulkan fragmen-fragmen yang diharapkan para ilmuwan akan membantu mengungkap asal-usul tata surya kita, tetapi menemui hambatan setelah mengambil sampel yang terlalu besar.

Fragmen-fragmen dari permukaan asteroid dalam pengumpul di ujung lengan tiga meter di wahana itu perlahan-lahan keluar ke luar angkasa karena beberapa batu menghalangi kompartemen untuk tutup sepenuhnya.

Lengan itulah yang bersentuhan dengan Bennu selama beberapa detik Selasa lalu di puncak misi yang diluncurkan dari Bumi sekitar empat tahun lalu.

Pada Kamis, NASA mengatakan telah mampu sehari sebelumnya untuk menggerakkan lengan robotik yang menahan partikel-partikel yang bocor ke kapsul penyimpanan di dekat pusat pesawat ruang angkasa, menurunkan sampel dan menutup penutup kapsul.

Itu adalah prosedur dua hari yang rumit yang mengharuskan tim di setiap langkah menilai citra-citra dan data dari langkah sebelumnya.

Wahana ini berjarak 320 juta kilometer, jadi dibutuhkan waktu 18,5 menit untuk transmisinya mencapai Bumi, dan sinyal apa pun dari ruang kendali membutuhkan jumlah waktu yang sama untuk mencapai Osiris-Rex.

"Hati saya hancur karena kehilangan sampel," kata Dante Lauretta, kepala ilmuwan misi tersebut, tetapi dia mencatat mereka telah berhasil menyimpan ratusan gram (beberapa ons) fragmen, jauh melebihi target minimum mereka.

"Sekarang kami dapat berharap untuk menerima sampel di sini di Bumi dan membuka kapsul itu," kata dia.

Osiris-Rex akan pulang September 2023 dengan harapan bersama sampel terbesar yang kembali dari luar angkasa sejak era Apollo.