NASA Sebut Asteroid Ini Berpotensi Menabrak Bumi

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah asteroid bernama 231937 (2001 FO32) akan berjalan di dekat planet kita pada 21 Maret 2021. Batu antariksa monster itu dianggap raksasa karena berukuran 1.024 meter, ungkap Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA).

Asteroid meluncur di tata surya dengan kecepatan mengejutkan, 34,4 kilometer per detik atau lebih dari 123.000 kilometer per jam, menurut situs Express, Selasa, 2 Februari 2021.

NASA mengatakan, asteroid akan melewati Bumi pada jarak aman, 5,3 LDs. Satu LD adalah 384.317 kilometer (jarak antara Bumi dan bulan). Jadi 2001 FO32 akan terbang lebih dari dua juta kilometer dari planet kita.

Namun, agensi Amerika Serikat itu telah menggolongkannya sebagai asteroid yang 'berpotensi berbahaya'. Istilah berpotensi berbahaya tidak berarti bahwa asteroid menjadi ancaman langsung bagi Bumi.

Sebaliknya, ini mengacu pada sentimen bahwa di suatu tempat di tata surya nanti, sebuah asteroid dapat bertabrakan dengan Bumi. Ada beberapa faktor yang tidak diketahui yang dapat mempengaruhi jalur asteroid di masa depan, termasuk tarikan gravitasi benda langit lain di tata surya.

"Potentially Hazardous Asteroid (PHA) saat ini didefinisikan berdasarkan parameter yang mengukur potensi asteroid untuk melakukan pendekatan dekat yang mengancam ke Bumi," kata mereka.

Secara khusus, semua asteroid dengan minimum orbit intersection distance (MOID) 0,05 au atau kurang, dianggap PHA. Para ilmuwan percaya asteroid yang tersesat atau pecahan dari tabrakan sebelumnya telah menghantam Bumi di masa lalu, memainkan peran utama dalam evolusi planet kita.

Efek Yarkovsky juga dapat menyebabkan asteroid menyimpang dari jalur. Efeknya terjadi ketika batuan luar angkasa dipanaskan di bawah sinar matahari langsung dan mendingin untuk melepaskan radiasi dari permukaannya.