NASA temukan pendarat Bulan India berkat bantuan peminat amatir

Washington (ANTARA News) - Wahanan pendarat bulan India Vikram, yang jatuh saat melakukan pendekatan terakhirnya ke permukaan Bulan pada September, telah ditemukan sebagian berkat upaya cerdik seorang peminat ruang angkasa amatir.

NASA menyampaikan pengumuman ini Senin dengan merilis gambar yang diambil oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang menunjukkan lokasi jatuhnya wahana ruang angkasa India itu (7 September di India dan 6 September di AS).

Sebuah versi dari gambar itu ditandai untuk menunjukkan bidang puing terkait, dengan bagian-bagian yang tersebar di hampir puluhan lokasi yang membentang dalam jarak beberapa kilometer.

Dalam sebuah pernyataan, NASA mengatakan telah merilis citra mosaik dari situs tersebut pada 26 September (tetapi diambil pada 17 September), dengan mengundang masyarakat untuk membandingkannya dengan gambar-gambar dari area yang sama sebelum kecelakaan guna menemukan tanda-tanda wahana pendarat itu.

Orang pertama yang menemukan identifikasi positif adalah Shanmuga "Shan" Subramanian, seorang profesional teknologi informasi berusia 33 tahun dari Chennai, yang mengatakan kepada AFP bahwa ketidakmampuan NASA dalam menemukan wahana pendarat itu sendiri telah memicu minatnya.

"Saya bandingkan sisi ke sisi dua citra itu pada dua laptop saya ... di satu sisi ada citra lama, dan di sisi lain ada citra baru yang dirilis NASA," kata dia, seraya menambahkan ia dibantu oleh sesama pengguna Twitter dan Reddit.

"Memang sangat sulit, tetapi (saya) menempuh beberapa usaha," kata orang yang mengaku diri kutu buku ini, yang akhirnya mengumumkan penemuannya di Twitter pada 3 Oktober.

NASA kemudian melakukan pencarian tambahan di area itu dan resmi mengumumkan temuan itu hampir dua bulan kemudian.

"NASA harus 100 persen yakin sebelum mereka bisa menyampaikannya ke publik, dan itulah alasan mereka menunggu untuk mengonfirmasi hal ini, dan bahkan saya pun akan melakukan hal yang sama," kata Subramanian.

Diluncurkan pada Juli, India yang menjadi raksasa baru Asia mengharapkan misinya Chandrayaan-2 ("Kendaraan Bulan ke 2") menjadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Rusia, dan saingannya di kawasan, China, yang melakukan pendaratan sukses di Bulan, dan negara pertama yang mendarat di kutub selatan bulan.

Pesawat ruang angkasa utama, yang tetap berada di orbit di sekitar Bulan, melepaskan wahana pendarat tak berawak Vikram pada jarak yang akan memakan waktu lima hari, tetapi pesawat itu terdiam hanya 2,1 kilometer di atas permukaan Bulan.

Beberapa hari setelah pendaratan yang gagal itu, Organisasi Penelitian Luar Angkasa India mengatakan telah menemukan wahana pendarat itu, tetapi tidak bisa menghubunginya.