NASA temukan puing satelit Bulan India yang jatuh

New Delhi (AP) - NASA mengatakan pada Selasa (3/12) bahwa lembaga itu telah menemukan puing dari pendarat Bulan India di permukaan bulan pada September.

Lembaga antariksa AS tersebut mengeluarkan gambar yang memperlihatkan lokasi dampak satelit pendarat tersebut dan ladang puing, yang memberi kredit kepada seorang insinyur India karena membantu menemukan lokasi itu.

Insinyur tersebut, Shanmuga Subramanian, mengatakan ia meneliti satu gambar NASA sebelumnya untuk menemukan puing itu.

Badan ruang angkasa tersebut mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa Subramanian pertama kali menemukan puing itu sekitar 750 meter (setengah mil) di sebelah barat-laut dari lokasi utama jatuhnya pendarat tersebut.

"Diperlukan waktu berhari-hari kerja untuk menemukan lokasi jatuhnya satelit tersebut," kata Subramanian. "Saya mencari ke seluruh bagian utara tempat pendaratan dan menemukan satu titik kecil. Ketika saya membandingkannya dengan gambar Lunar Reconnaissance Orbiter mengenai lokasi dari sembilan tahun belakangan ini, saya menemukan puing dan menghubungi NASA."

Insinyur yang berusia 33 tahun mengumumkan temuannya di Twitter pada 3 Oktober, setelah itu NASA melakukan penelitian tambahan di daerah tersebut dan mengeluarkan pengumuman resmi.

Badan antariksa tersebut mengatakan bahwa setelah menerima temuan Subramanian, timnya "mengkonfirmasi pengidentifikasian dengan membandingkan gambar sebelum dan setelah".

NASA juga mengatakan, "Kendati hilang, berada sedekat itu dengan permukaan adalah prestasi yang luas biasa."

Badan antariksa India kehilangan kontak dengan pendarat Bulan Vikram setelah satelit itu jatuh dalam pendaratan selama pendekatan terakhirnya ke kutub selatan Bulan untuk menempatkan satu rover guna mencari tanda keberadaan air.

Pendaratan yang berhasil akan membuat India jadi negara keempat yang mendaratkan pesawat di permukaan Bulan, dan negara ketiga yang mengoperasikan robot rover di sana.