NASA Tunda Misi Pemetaan Planet Venus

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA menunda misi ke Planet Venus. Misi yang dikenal dengan nama Psyche untuk meneliti asteroid kaya logam yang mengorbit Matahari antara Mars dan Jupiter. Misi tertunda lantaran terbentur sejumlah masalah pada Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA.

Dilansir dari Gizmodo, Kamis (10/11), JPL NASA dikabarkan sedang berjuang menghadapi masalah anggaran, staf, dan komunikasi yang buruk. Kondisi ini memaksa badan antariksa menunda misi ke Venus yang sangat dinantikan.

Dalam pertemuan tahunan Grup Analisis Eksplorasi Venus, Senin (7/11), Direktur Divisi Ilmu Planet NASA Lori Glaze menggambarkan penundaan misi ini sebagai hal paling menyakitkan yang pernah dialami dalam hidupnya. Namun, Glaze tidak punya pilihan yang lebih baik untuk mengatasi tantangan yang disorot dewan peninjau independen. Tim yang dibentuk untuk memutuskan nasib misi Psyche.

NASA baru-baru ini membagikan hasil tinjauan dewan mengenai misi Psyche. Misi tersebut telah melewatkan jendela peluncuran yang awalnya pada Agustus 2022. Penundaan karena alasan pengembangan. Lalu ditargetkan kembali tanggal peluncuran pada Oktober 2023. Namun, laporan yang dikumpulkan dewan peninjau mengungkap masalah lain yang dihadapi.

Dewan peninjau independen mencatat, tidak ada anggota staf yang meyakinkan penyelesaian misi Psyche tepat waktu. Masalah lain soal komunikasi dan anggota staf yang bekerja dari jarak jauh akibat pandemi Covid-19. Dewan juga mencatat adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dan sumber daya yang tersedia di JPL.

Akibat dari sederet masalah itu, NASA memutuskan menunda peluncuran penyelidikan VERITAS (Venus Emissivity, Radio Science, InSAR, Topography, and Spectroscopy). Penundaan setidaknya untuk jangka waktu tiga tahun.

"Ini adalah pukulan pahit bagi tim VERITAS khususnya, dan komunitas Venus secara lebih luas," kata Ilmuwan Planet Paul Byrne kepada Gizmodo melalui email.

"Aku sangat kecewa."

VERITAS sendiri awalnya dijadwalkan diluncurkan pada 2027. Misi awalnya memetakan permukaan Venus dan mempelajari atmosfernya. Penundaannya hingga 2031 dimaksudkan untuk memungkinkan staf yang bekerja di VERITAS berkontribusi pada misi yang lebih jauh dalam pengembangan mereka dan membebaskan sumber daya tambahan untuk misi Psyche.

Jejak NASA di Venus sejak 1989

Anggota komunitas sains Venus frustrasi dengan keputusan tersebut. Terutama mengingat lamanya waktu bagi mereka untuk menunggu misi NASA memajukan sains Venus. Misi terakhir NASA yakni Magellan, tiba di planet Venus pada tahun 1989. Misi ini menyelesaikan operasi sains pada tahun 1994.

Sejak itu, NASA belum mengirimkan misi khusus ke Venus. Untuk menyenangkan para ilmuwan, NASA mengadakan dua misi Venus, VERITAS dan DAVINCI, pada bulan Juni tahun lalu. DAVINCI masih di jalur untuk diluncurkan pada 2029, tetapi VERITAS tidak seberuntung itu.

"Penundaan tiga tahun tidaklah lama dalam skema frekuensi misi Venus NASA, tetapi data yang akan dikembalikan VERITAS sangat dibutuhkan. Jadi harus menunggu lebih lama lagi, apalagi bukan karena kesalahan tim VERITAS, terasa sangat tidak adil," kata Byrne.

Anggota tim VERITAS yang hadir pada pertemuan tersebut mengungkapkan rasa frustrasinya karena harus menanggung beban anggaran dan masalah tenaga kerja.

"Saya menyadari bahwa Anda tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang akan dinilai, itu di luar kendali Anda," kata Glaze saat berbicara kepada anggota tim VERITAS.

"Saya dapat membuat komitmen kepada Anda dan tim Anda untuk bersikap transparan dan bekerja sama dengan Anda."

Tim sains di VERITAS akan dipindahkan ke misi lain sebelum mereka melanjutkan misi ke Venus.

"Kami akan memberikan beberapa tingkat dukungan selama stand down untuk tim sains untuk terus bertemu, terus berbicara, terus berpikir tentang bagaimana kami maju dalam jangka waktu 2024," kata Glaze.

Reporter Magang: Dinda Khansa [noe]