NasDem bilang satpam gedung yang hajar demonstran, bukan kader

MERDEKA.COM,

Ketua Garda Pemuda (GP) Nasdem, Martin Manurung menegaskan kericuhan yang terjadi di depan kantor Partai NasDem tidak ada kaitannya dengan organisasi sayap partai, Garda Pemuda NasDem. Martin mengatakan pelaku pemukulan terhadap pendemo adalah petugas pengamanan gedung.

"Yang kami tahu itu terkait dengan pengamanan gedung," kata Martin di Kantor NasDem, Jakarta Pusat, Rabu (16/01).

Martin menyesalkan akan aksi demonstrasi untuk memperjuangkan nasib Luviana setelah dipecat MetroTV, karena dia menganggap salah alamat. Karena seharusnya aksi tersebut dilayangkan ke pihak di mana Luviana bekerja.

"Itu merupakan masalah karyawan dengan perusahaan, bukan masalah NasDem," ujar dia.

Dia membantah pelaku dan terlibat kericuhan di depan kantor NasDem di Jalan RP Soeroso nomor 44 Gondangdia, Jakarta Pusat adalah anak buahnya. "Aksi yang di depan itu tidak ada kaitannya dengan GP NasDem maupun baret NasDem," kata Martin.

Sebelumnya, 30 orang mendatangi kantor Partai NasDem untuk memperjuangkan hak Luviana yang diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan MetroTV. Alasan pendemo menggelar aksi di depan kantor NasDem karena Surya Paloh, pimpinan televisi biru itu berkantor di Gedung NasDem.

Sekitar 40 orang mengusir pendemo dengan merusak mobil komando demonstran hingga hampir membakar mobil tersebut. "Kami ditendang, siapa kamu ambil gambar, 7 orang jadi korban, Maruli Rajaguguk, Rio Aulia dari AJI Jakarta dipukul, Ucan dari masyarakat miskin kota dipukul bagian kepala, mobil komando dirusak hingga rusak berat, itu mobil yang sering digunakan serikat buruh," ujar Luviana.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.