NasDem Gelar Tanam Mangrove Bareng Menteri LHK, Prananda: Komitmen Jaga Lingkungan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua DPP Partai NasDem Prananda Surya Paloh bersama Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya melakukan penanaman bibit mangrove secara serentak di sembilan titik di Jawa Tengah. 9 lokasi tersebut yaitu Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Kendal, Kota Semarang, Demak, Jepara dan Rembang pada Minggu.

Selain Menteri LHK, penanaman bibit mangrove ini juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dan Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto.

Prananda mengatakan garis pantai Indonesia mencapai 95.181 kilometer, menggambarkan tantangan besar untuk menjaga keseimbangan ekologis pesisir agar tetap terjaga, salah satunya dengan ekosistem mangrove.

Menurut Prananda, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan NasDem terhadap sustainable development terhadap lingkungan.

"Sustainable development harus tetap kita jaga, menjadi jalan tengah agar kita tetap bisa bersaing secara ekonomi namun juga tetap mengedepankan lingkungan," kata Prananda dalam keterangannya dilansir Antara, Minggu (28/8).

"NasDem membuktikan bukti nyata sebagai partai sebagai partai modern sehingga berkomitmen untuk melakukan banyak inisiatif dalam usaha menjaga lingkungan, salah satunya dengan menanam mangrove. Kami mendukung inisiasi-inisiasi pemerintah dalam menjaga keberlangsungan alam yang ada di Indonesia," sambung Prananda.

Pada acara Restorasi Pantura Jateng itu, Prananda mengatakan gerakan restorasi lingkungan adalah manifestasi nyata untuk menunjukkan bahwa NasDem harus ikut serta berpartisipasi aktif pada isu lingkungan hidup.

Konservasi ekologis merupakan bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim yang telah mengancam perekonomian dan mempercepat kerusakan keragaman hayati laut.

Pihaknya berkomitmen penuh memperjuangkan isu-isu lingkungan, mendukung sustainable development, pembangunan tetapi lingkungan dan pariwisata juga tetap ikut terjaga.

"Pola pikir harus kita ubah dengan selalu mendukung konsep 'Go Green', mengurangi pencemaran, mengurangi sampah, gunakan transportasi publik dan mobil listrik yang ramah lingkungan," katanya.

Siti Nurbaya mengatakan pembangunan lingkungan merupakan hal yang krusial sehingga semua pihaknya untuk berpartisipasi menjaga lingkungan hidup.

"Dunia, termasuk Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan, tantangan global panas bumi, kehilangan biodiversity, keberlanjutan pembangunan, serta pencemaran lingkungan. Peran serta semua komponen bangsa, termasuk partai politik sangat diperlukan agar kelestarian lingkungan terjaga dengan baik," katanya.

Dikatakan, hutan mangrove merupakan komunitas tumbuhan pesisir yang memiliki manfaat sangat besar antara lain sebagai daerah pemijahan jenis ikan tertentu, daerah asuhan ikan-ikan ekonomis penting, penyedia nutrien dan zat hara penting, serta fungsi fisik yang sangat besar, seperti menjaga daerah pesisir dari abrasi.

Secara umum, kondisi mangrove di Indonesia, kata dia, khususnya pantura Jawa berada dalam tingkatan yang sangat mengkhawatirkan.

"Hal ini juga terjadi pada ekosistem mangrove yang ada di daerah pesisir pantura Jawa Tengah, mulai dari garis pantai di Brebes, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Demak, Jepara, Pati dan Rembang," katanya.

Siti Nurbaya menyebutkan, kementerian sudah merehabilitasi 110 hektare mangrove dari 600 hektare yang ditargetkan dan sisanya akan diselesaikan hingga 2024. [ray]