Nasib 1 Jenazah dan 5 Kru Kapal Asal Indonesia Usai Terkatung-katung di Tengah Lautan

·Bacaan 2 menit
Proses pemulangan ABK WNI terlantar yang bekerja di kapal berbendera RRT kembali ke Indonesia melalui Batam. (Dok: Kemlu RI)

Liputan6.com, Batam - Wendi Pratama (25), Anak Buah Kapal (ABK) yang meninggal di Kapal Hang Rong 361 akan dipulangkan ke keluarganya di Kendal, Jawa Tengah. Sebelumnya jenazah Wendi beserta 5 kru kapal lainnya telah direpatriasi dan tiba di Kota pada Rabu, 30 Desember 2020.

Kabidokes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan, jenazah tersebut setiba di Batam langsung dilakukan swab test di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, hasilnya negatif Covid-19.

"Tidak ditemukan tanda-tanda Kekerasan," kata Haris, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (4/1/2021).

Haris mengatakan, autopsi dan visum dilakukan kepada jenazah Wendi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Hasil pemeriksaan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah Wendi.

"Kini jenazah menunggu kelengkapan berkas segala sesuatunya untuk di terbangkan ke kampung halaman oleh pihak perusahaan penyalur," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT Puncak Jaya Samudra (PJS) Herman Suprayogi mengatakan, pihaknya tengah memproses pemulangan jenazah Wendi.

"Jenazah dipulangkan ke Kendal, Jawa tengah, ABK lain dipulangkan ada yang ke Jawa Barat dan Jawa Tengah," ungkap Herman.

Surat pengambilan jenazah dari pihak polisi dan kelengkapan dokumen perjalanannya juga sudah rampung. Saat ini jenazah dalam proses perjalanan ke Bandara Hang Nadim Batam untuk diterbangkan.

Sebelumnya dikabarkan, 1 jenazah dan 5 kru kapal Warga Negara Indonesia (WNI), yang bekerja sebagai ABK di Kapal ikan China, akhirnya berhasil direpatriasi ke tanah air melalui Kota Batam, Kepri. Kepulangan para WNI itu menggunakan Kapal Ikan Hai Ji Li.

Dua orang WNI tercatat bekerja di Kapal Han Rong 369 dan tiga lainnya di Kapal Han Rong 361. Sedangkan 1 jenazah ABK bernama Wendi Pratama diketahui bekerja di kapal Han Rong 365, yang disebutkan meninggal karena sakit pada 14 November 2020.

Setelah tiba di Batam 1 Jenazah dan 5 orang kru kapal lainnya di strelisasi protokol kesehatan Covid-19 selama 5 hari dan diakhirnya di pulangkan hari ini, Senin (4/1/2021).

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak juga video pilihan berikut ini: