Nasib Barcelona, Terancam Bangkrut Jika Tak Potong Gaji Pemain

Muhammad Nurhendra Saputra
·Bacaan 1 menit

VIVA – Rencana Barcelona untuk memberlakukan pemotongan gaji pemainnya masih terus diupayakan. Blaugrana saat ini memperpanjang masa negosiasi dengan pemainnya, sampai sepekan.

Dikutip dari Football-Espana, dalam sebuah laporan, Barceloan dikabarkan akan memotong gaji pemain sampai 30 persen. Dan kesepatakan harus segera dicapai, sebab jika sampai Januari gagal tim yang bermarkas di Camp Nou ini akan menghadapi masalah kebangkrutan.

Kamis, 5 November waktu setempat seharusnya menjadi batas akhir untuk kesepatan soal pemotongan gaji. Namun sampai saat ini belum ada kesepakatan baik dari pemain maupun staf.

Empat pemain Barcelona baru saja sepakat untuk menandatangani perpanjangan kontrak dan termasuk penyesuaian gaji jangka pendek. Mereka adalah Gerard Pique yang akan berada di Camp Nou sampai 2024, kiper Marc-Andre Ter Stegan hingga 2025 kemudian Frenkie de Jong dan Clement Lenglet yang diikat sampai 2026.

Baca juga: Ronald Koeman Masih Belum Puas dengan Penampilan Barcelona

Keuangan Barceloan pada musim 2019/2020 dilaporkan sangat mengkhawatirkan. Hal ini tidak terlepas karena adanya pandemi virus corona COVID-19.

Utang Barcelona pun meningkat dari Juni 2019 sebesar €217 juta (sekitar Rp3,6 triliun) menjadi €488 juta (sekitar Rp8,2 triliun) pada Juni 2020.

Musim ini Barcelona telah menghemat pengeluaran gaji untuk pemain sebesar €80 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Hal ini dikarena Barcelona berhasil melepas sejumlah pemain dengan gaji tinggi, Luis Suarez misalnya yang kini bermain untuk Atletico Madrid.